Shalat Jum’at Belum Bisa Dilaksanakan Pekan Ini

0
94

Mapos, Majene — Berdasarkan hasil rapat melalui Video Conference antara Gubernur Sulbar, Kajati Sulawesi Barat, Darmawel Aswar, Danrem 142 Tatag, Kolonel Czi Firman Dahlan, Wakil Bupati Majene, Lukman, Wakil Bupati Pasangkayu, Muhammad Saal, Ketua I MUI Sulawesi Barat, Abd Mannan, Kepala BPBD Provinsi Sulbar, Kadis Kesehatan Provinsi, Alif Satria, Kepala Kemenag Sulbar, Muflih, Ka. Biro Kesra, para kepala Kemenag kabupaten,
Rabu (27/05/2020) bahwa pelaksanaan shalat Jum’at pekan ini ditiadakan.

Gubenur Sulbar ABM saat membuka rapat mengatakan, pertemuan yang diadakan adalah membicarakan rencana kegiatan pelaksanaan shalat jum’at besok lusa.

Kata dia, ada rencana akan membuka masjid untuk pelaksanaan shalat jum’at, namun harus tetap sesuai dengan protokol kesehatan Covid-19.

Kepala Kemenag Sulbar, Muflih sebagai pembicara pertama mengatakan, menyikapi keinganan masyarakat muslim Sulbar dan berdasarkan penyampaian dari Menteri Agama RI yang sudah akan membuka beberapa masjid untuk melaksnakan shalat jum’at.

“Dan selanjutnya kami akan serahkan kepada Pak Gubernur untuk dapat memutuskan tentang pelaksanaan shalat jum’at berjamaah di wilayah Provinsi Sulbar,” katanya.

Kesempatan kedua dalam VC ialah Kepala Kejakasaan Tiinggi Sulbar, Darmawel Aswar. Ia mengatakan, pihaknya melihat bahwa saat ini pandemik Covid19 di Sulbar mengalami trend naik.

“Bila kita lihat trendnya, ini akan menjadi pertimbangan jika shalat jum’at diperbolehkan pada daerah tertentu. Apa daerah lain tidak akan ikut? Pertimbangan kami bahwa saat ini trend Covid19 di Sulbar sementara naik, dan apakah kita sudah siap dengan segala fasilitas dan tenaga medis bila tiba-tiba banyak yang terpapar?” ungkap Darmawel Aswar.

Ia menyimpulkan, perlu perhatian dan kehati-hatian bila masjid mulai dibuka untuk shalat jum’at.

“Saran saya, sebaiknya shalat Jum’at nya di bulan Juni saja, bila trendnya sudah melandai menurut prediksi dari salah seorang profesor dari Unhas,” usulnya.

Sementara Ketua 1 MUI Sulbar, Abd Mannan mengaku, pandemi Covid-19 belum menurun, kesdaran dan disiplin masyarakat masih kurang terutama pada tempat umum. Dilain pihak, umat Islam sangat merindukan untuk dapat shalat Jum’at dan berjamaah.

“Kalau memang diyakini bahwa di tempat tersebut sudah aman Covid-19 dengan tetap mengacu pada protokol kesehatan. Bila masih rawan, sebaiknya kita menunggu sampai bulan Juni. Selanjutnya kami serahkan sepenuhnya kepada Pak Gubernur terkait keputusan shalat jum’at berjamaah,” tegasnya.

Pada kesempatan sama Danrem 142 Tatag, Kolonel Czi Firman Dahlan menyebut, pandemi Covid19 di daerah Sulbar masih sangat rawan.

“Trendnya masih terus naik. Kami sarankan untuk pelaksanaan shalat jum’at pada besok lusa supaya tetap dipertimbangkan kembali, termasuk penyiapan sarana dan prasarana medis bila kita sudah siap membuka pelaksanaan shalat jum’at. Prinsipnya kami belum setuju bila dimulai pelaksanaan shalat Jum’at minggu ini,” tegasnya.

Wakil Bupati Majene, Lukman mengaku, Pemkab Majene telah lebih dahulu rapat kemarin terkait pelaksanaan Ibadah Shalat Jum’at minggu ini.

“Pada intinya, kami siap melaksanakan petunjuk dan perintah dari Pemerintah Sulbar apapun itu terkait pelaksanaan Shalat Jum’at di Masjid,” katanya.

Sedangkan Kadis Kesehatan Sulbar, Alif Satria lebih tegas lagi mengatakan, pihaknya masih ragu dengan membuka ruang shalat Jum’at di Masjid.

“Memang ini masih sangat riskan. Bila kita melihat di lapangan dan belum ada angka real di lapangan, karena masih banyak masyarakat yang sembunyi karena stigma Covid-19, jangan sampai kita buka, sementara layanan kesehatan dan perlatan medis yang ada ditakutkan akan kewalahan. Perlu kita pikirkan baik-baik terkait keinginan untuk membuka ruang shalat jum’at pada minggu ini, karena trendnya saat ini belum sampai puncak pandemi. Jadi belum dapat dipastikan kapan akan melandai,” tuturnya.

Akhirnya, Gubernur Sulbar ABM menyimpulkan hasil rapat itu dengan menyebut, berdasarkan masukan dari semua peserta rapat bahwa shalat jum’at ditiadakan pekan ini.

“Dari semua masukan malam ini, maka kami putuskan bahwa belum dapat melaksanakan shalat jum’at berjamaah pada minggu ini. Dan kita tetap mengacu pada surat edaran lama untuk tetap shalat dhuhur dirumah saja, sebagai pengganti Shalat Jum’at. Masyarakat diharap tetap bersabar, mudah-mudahan dalam bulan Juni ini sesuai prediksi, kita sudah bisa kembali shalat jum’at berjamaah di Masjid,” tutup ABM.

(*)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.