Seorang Wiraswasta di Toraja Dipolisikan karena Hina dan Ancam Polisi

Gambar Seorang Wiraswasta di Toraja Dipolisikan karena Hina dan Ancam Polisi

Mapos, Makassar — Seorang wiraswatawan warga Jalan Palopo No 86 Kecamatan Rante Pao Kabupaten Toraja Utara berinisial AS (32) dipolisikan lantaran diduga menghina dan mengancam polisi.

Menurut Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Ibrahim Tompo didampingi Dirreskrimum Polda Sulsel, Kombes Pol Didik Agung Widyanarko dalam Press Releasenya, Selasa (07/07/2020) menyebut, penghinaan dan pengancaman kekerasan  terhadap anggota Kepolisian Toraja Utara terjadi di halaman Tongkonan Palasa, Lembang (Desa) Tondon Matallo, Kecamatan Tondon, Kabupaten Toraja Utara, beberapa waktu lalu

Ibrahim Tompo mengatakan, anggota Resmob Polda Sulsel mengamankan pelaku penghinaan dan pengancaman kekerasan terhadap personil Toraja Utara tersebut  di Jl Palopo Kec Rante Pao Kabupaten Toraja Utara, Selasa pagi.

Ia merinci kronogis penangkapan tersangka. Dijelaskan, Tim  Resmob Polda Sulsel menuju Toraja Utara pada Senin (06 /07/2020 ) malam.

“Keesokan harinya, Selasa, (07/07/2020 ) pagi,  Tim Resmob melakukan penangkapan tersangka di rumah miliknya di Jalan Palopo Kecamatan Rante Pao, Kabupaten Toraja Utara, kemudian tersangka pelaku dan barang bukti dibawa ke Ditreskrimum Polda Sulsel untuk pemeriksaan lebih lanjut,” ungkap Ibrahim.

Lebih jauh kata dia, kejadian penghinaan dan pengancaman terhadap personil Toraja Utara bermula ketika anggota Polres Toraja Utara mendatangi TKP Judi Sabung Ayam.

“Tersangka AS tidak menerima kehadiran petugas dengan melakukan penghinaan atau pengancaman dengan memecahkan sebuah botol menjadi runcing kemudian pecahan botol tersebut digunakan mengejar beberapa orang  di lokas termasuk beberapa personil Polres Toraja Utara  serta mengancam dengan mengatakan “Kuewako Totemo “( saya lawan kamu sekarang),” cerita Ibrahim Tompo.

Tidak hanya itu, tersangka pelaku juga melakukan  penghinaan kepada pejabat negara atau /Polisi dengan mengatakan kata-kata kotor  berulang lkali terhadap aparat.

Akibat perbuatannya, tersangka diancam melanggar Pasal 207 dan pasal 212 KUHPidana dengan ancaman hukuman penjara 1 tahun 6 bulan.

Polisi turut mengamankan 1 (satu) buah Flash Disc berisi video pembubaran dan sebuah pecahan botol kaca runcing.

(hakim)