Seorang Kades di Majene  Digelandang Polisi Lantaran Diduga Sebar Berita Bohong Terkait Vaksin Covid-19

0
5453

Mapos, Majene — Seorang Kepala Desa (Kades) di Kabupaten Majene, Provinsi Sulawesi Barat terpaksa berurusan dengan polisi setempat lantaran diduga menyebar berita bohong atau hoax.

Kades Buttu Pamboang, Kecamatan Pamboang, Drs Usman tak berkutik ketika digelandang ke Mapolres Majene, Senin 5 Juli 2021 lalu.

Menurut Kapolres Majene, AKBP Febryanto Siagian, Kamis (2/9/2021), dasar permintaan keterangan dari tersangka adalah Laporan Informasi Nomor : LI / 679 / Vil / 2021 / IK, tanggal 04 Juli 2021.

https://mamujupos.com/wp-content/uploads/2021/02/IMG-20210212-WA0059.jpg

Febriyanto Siagian menyebut, Senin 05 Juli 2021 sekitar pukul 20.30 Wita diperoleh informasi dari masyarakat bahwa adanya salah satu Kepala Desa memprovokasi atau menghasut masyarakat untuk tidak mengikuti program vaksinasi Covid-19.

“Kepala Desa Buttu Pamboang tersebut, dalam beberapa kegiatan di desa membahas terkait vaksinasi mengatakan bahwa vaksin berbahaya dan dapat menyebabkan kematian. Selain itu Kepala Desa Buttu Pamboang memposting berita yang tidak benar atau hoax di group WhatsApp tentang bahaya vaksinasi sehingga beberapa masyarakat desa takut untuk divaksin,” beber AKBP Febryanto Siagian.

Atas informasi tersebut lanjutnya, Sat Reskrim Polres Majene melakukan penyelidikan. “Dan yang bersangkutan dimintai keterangan terkait informasi tersebut. Beliau sangat kooperatif menyesali perbuatannya dan meminta maaf,” ungkap Kapolres Majene.

Disinggung soal apakah Usman ditahan? AKBP Febryanto Siagian mengatakan, sejauh ini belum karena yang bersangkutan cukup kooperatif.

“Kita masih mendalami kasusnya ya. Yang jelas, beliau sudah meminta maaf,” ucapnya.

Dia minta supaya masyarakat terlebih lagi pemerintah desa turut menyukseskan program pemerintah dalam upaya melawan Covid-19 yang hingga kini masih menjadi momok.

“Ayo kita sama-sama saling mendukung program vaksinasi Covid-19,” ajak Kaplres Majene seraya menambahkan justru pemerintah di tingkat bawah lah yang lebih aktif untuk mengajak warganya mau divaksin.

Sementara itu, Usman dalam permohonan maafnya mengatakan, sebagai Kepala Desa Buttu Pamboang dirinya meminta maaf sebesar-besamya kepada Tim Satgas Covid Pemerintah Kecamatan Pamboang.

“Saya juga meminta maaf kepada unsur Tripika yang terlibat dalam percepatan vaksinasi atas perbuatan saya memposting informasi yang tidak benar mengenai vaksinasi yang dapat menyebabkan orang yang melihat atau membaca informasi tersebut tidak mau divaksin. Mulai saat ini saya Drs. USMAN, Kepala Desa Buttu Pamboang akan menebus perbuatan saya dengan mendukung percepatan vaksinasi di wilayah saya, mengajak masyarakat agar

segera melakukan vaksinasi dan melaksanakan protokol kesehatan, demi masyarakat yang bebas covid,” ucap Usman dengan nada menyesal.

Ia menambahkan, dirinya tidak menyangka kalau postingannya di group WA dapat menjeratnya ke pidana. “Saya hanya menyadur pernyataan salah seorang dokter di youtube. Saya sangat menyesal,” tutupnya.

(fjr/red)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.