SEMMI bersama Pemuda Muslimin Indonesia Bentuk Aliansi Percepatan Vaksinasi Covid-19

0
146

Mapos, Majene — Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI) dan Pemuda Muslimin Indonesia membentuk sebuah aliansi dalam upaya menggandeng pemerintah mempercepat vaksinasi Covid-19 di Kabupaten Majene, Provinsi Sulawesi Barat.

Menurut Ketua Pemuda Muslim Indonesia Kabupaten Majene, Provinsi Sulawesi Barat, Muhammad Naim, Ketua Koordinator aliansi, Abdul Latif, dalam audiensi di Ruang Kerja Bupati Majene, Senin 30 Agustus 2021 kemarin, aliansi ini dibentuk dari unsur organisasi profesi, organisasi  internal kampus dan organisasi eksternal kampus yang ada di Kabupaten Majene.

“Kegiatan ini diinisiasi oleh DPC SEMMI yang dinakhodai oleh Burhanuddin, S.Pd bersama Pemuda Muslimin Indonesia. Sebagai inisiator, Ketua SEMMI  menyampaikan bahwa tekad untuk membentuk aliansi adalah menjalin  persaudaraan diantara organisasi dalam  upaya membantu masyarakat menemukan  solusi di masa pandemi Covid-19 berupa  pemberian ruang akses pelayanan vaksinasi untuk segera dilakukan supaya kehidupan  dapat kembali normal seperti sediakala,” sebut Pengurus DPC SEMMI ini seperti ditirukan Muhammad Naim, Selasa (31/8/2021).

https://mamujupos.com/wp-content/uploads/2021/02/IMG-20210212-WA0059.jpg

Dalam  audiensi katanya, aliansi bertekad  siap menyukseskan program Pemerintah  Daerah untuk mempercepat vaksinasi  Covid-19 di Kabupaten Majene sebagai salah  satu alternatif solusi dalam mengakhiri  pandemi Covid-19.

Mereka berharap, rekan-rekan anggota aliansi bisa bekerja secara totalitas dalam meluruskan pemahaman masyarakat terkait Covid-19 dan vaksinnya.

Selain itu, lanjut dia, melalui aliansi ini dapat  menjadi narahubung Pemerintah Daerah  kepada masyarakat dalam menyiapkan dan  memastikan kesiapan masyarakat sampai pada tingkat lingkungan dan dusun untuk dilakukan vaksinasi.

“Sehingga diharapkan, disinformasi yang  tersebar di masyarakat Kabupaten Majene  terkait Covid-19 dan vaksinnya dapat  diberantas sehingga kehidupan dapat  kembali normal,” sebutnya.

Ia juga menawarkan mekanisme vaksinasi secara teknis kepada Dinas Kesehatan, bahwa lokasi dan tempat vaksinasi harus  didekatkan ke masyarakat, sehingga masalah akses bukan lagi menjadi penghalang masyarakat untuk melakukan vaksinasi.

Muhammad Naim menambahkan, terkait masih kurangnya partisipasi masyarakat  untuk vaksin harus terlebih dahulu dikenali masalahnya.

“Kemungkinan masalah yang muncul karena kurangnya pengetahuan masyarakat soal fungsi vaksin, sehingga mereka cemas, terlebih setelah mendengar berita hoax terhadap efek vaksin dan kurangnya akses masyarakat ke layanan vaksinasi Covid. Olehnya, itu kami mengajak Pemerintah  Kabupaten Majene dalam hal ini kebetulan  hadir juga Kepala Dinas Kesehatan  Kabupaten Majene dr Rakmat Malik, kami  meminta agar lebih memassifkan sosialisasi masyarakat terkait vaksinasi karena kita berikan pada ahlinya agar informasi vaksin ini diterima dengan baik oleh masyarakat,” beber Naim seraya menambahkan, upaya lain yang akan dilakukan adalah dengan jalan door to door di lingkungan dan juga dusun.

Dia berharap dengan kolaborasi yang dibangun dapat meningkatkan persentase vaksin di Kabupaten Majene, Provinsi Sulawesi Barat supaya herd immunity atau kekebalan kelompok dapat segera dicapai.

(fjr/red)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.