SDK: Demokrasi Adalah Alat Mencapai Tujuan, Bukan Kurangi Teman

Gambar SDK: Demokrasi Adalah Alat Mencapai Tujuan, Bukan Kurangi Teman

Mapos, Mamuju“Pemilihan kepala daerah yang dilaksanakan setiap lima tahun, adalah proses demokrasi. Demokrasi adalah alat untuk mencapai tujuan, yakni kesejahteraan dan peningkatan taraf hidup masyarakat yang ada di Kabupaten Mamuju ataupun Indonesia pada umumnya.”

Demikian salah satu poin yang diungkapkan Dewan Pembina Koalisi Mamuju Keren, Suhardi Duka (SDK), dalam deklarasi TINA-ADO, yang berlangsung di Ball Room d Maleo Hotel Mamuju, Minggu 9 Agustus 2020 malam.

“Komitmen adalah tolak ukur iman seseorang. Jangan jadi pejabat justru mengurangi teman,” kata anggota Komisi IV DPR RI ini mengawali sambutan politiknya.

tolok ukur politisi atau pejabat adalah kata-kata maupun janjinya pada saat mencalonkan diri. Sederet janjinya itulah yang pasti akan menjadi bahan evaluasi.

“Kalau tidak direalisasikan, berarti patut untuk kita ganti,” tandas SDK.

Menurutnya, jabatan adalah 2 sisi. Pertama memiliki kesempatan untuk memperbaiki situasi dan kondisi. Kedua memiliki kesempatan untuk memelihara dan menambah teman.

“Jabatan itu bukan milik pribadi. Jabatan itu adalah amanah yang dilekatkan rakyat kepada seseorang. Kalau rakyat sudah tidak merasakan bahwa amanah yang diberikan tidak sesuai dengan harapan yang dirasakan oleh masyarakat, maka yakinlah pasti akan ditinggalkan,” katanya.

Pada setiap Pilkada selalu ada petahana dan penantang. SDK pun mengajak masyarakat Mamuju untuk mengevaluasi 5 tahun pemerintahan yang sudah berjalan.

“Perinsipnya, kalau baik menjalankan pemerintahan patut untuk dipilih kembali. Tapi kalau hasil evaluasi justru angka kemiskinan semakin naik, derajat pendidikan semakin turun, kesehatan semakin turun, rakyat semakin tidak mendapatkan pelayanan pula, maka saatnya untuk diganti,” katanya.

Pilkada tidak dilakukan tiap hari, tetapi lima tahun sekali. Karena itu SDK juga mengajak rakyat Mamuju untuk menjadi pemilih cerdas dan berdemokrasi dengan sehat.

“Dampak dari hasil pilihan itu cukup panjang. Lima tahun. Mari cerdas memilih dan menjadi bagian dari bagian demokrasi yang sehat. Suara rakyat tidak dapat dibeli. Pun jangan sombong, mengaku mampu membeli semua,” katanya.

(*)

Baca Juga