Sapi Dicuri, Korban Tuntut Ganti Rugi

  • 5 Feb 2018
  • Hukum
  • R Fajar Soenoe
  • 547
Gambar Sapi Dicuri, Korban Tuntut Ganti Rugi

Mapos, Majene – Malang nian nasib Aco Allu (37). Sapi yang dia pelihara selama empat tahun tiba-tiba dicuri. Warga Kecamatan Ulumanda ini menuntut kepada pelaku supaya sapi miliknya diganti sebesar Rp10 juta.

Korban Aco Allu didampingi Aco dari elemen mahasiswa.

Dihadapan Kapolres Majene AKBP Asri Effendy, Kasat Reskrim Polres Majene AKP Syaiful Isnaini serta sejumlah penyidik Polres Majene, Senin (5/2/2018) korban bersama sejumlah elemen mahasiswa menuntut ganti rugi atas sapi miliknya yang diduga dicuri oleh pelaku dan kini masih ditahan.

Bahkan Aco Allu mengancam, jika pelaku tidak ganti rugi atas sapi yang dia curi maka dirinya rela untuk mati.

Bukan tanpa alasan Aco Allu menuntut ganti rugi. Dirinya merasa bahwa hasil ternak yang selama ini dia pelihara sedianya akan dijual untuk biaya sekolah anaknya yang kini tengah menyelesaikan pendidikan di SMA raib begitu saja.

“Dari pada saya mati kelaparan pak, lebih baik saya mati berdarah. Jika yang bersangkutan (pelaku) keluar dan tidak mau ganti rugi apalagi marah-marah, maka saya tidak mau tahu. Pasti saya mati pak. Anak saya sedang kuliah. Lantaran sapi saya dicuri, anak saya tidak sekolah, saya tidak menjamin keamanan pelaku,” gertak korban.

Menurut dia, tidak ada alasan pelaku untuk tidak membayar ganti rugi, karena pelaku diketahui berkehidupan serba cukup.

“Dia (pelaku) orang punya pak. Ada warung, berjualan bensin dan masih banyak lagi usahanya. Masak Rp10 juta saja tidak bisa dia bayar,” kata Aco Allu.

Menanggapi tuntutan korban, Kapolres Majene AKBP Asri Effendy mengatakan, bahwa kepolisian hanya sebatas melakukan penyidikan atas tindakan hukum pidana yang diduga dilakukan oleh pelaku. “Kalau kami yang disuruh menagih, ya bukan tugas kami,” sebut Asri Effendy.

Kendatipun demikian, dirinya minta kepada penyidik untuk melakukan upaya persuasif kepada pelaku agar memenuhi tuntutan korban.

“Tergantung di persidangan nantinya. Kita hanya sebatas pada perbuatan pidananya saja. Tapi tolong ya dipertimbangkan tuntutan korban,” kata Asri Effendy kepada Kasat Reskrim Polres Majene AKP Syaiful Isnaini.

Sementara Syaiful Isnaini menanggapi tuntutan korban mengatakan, kalau urusan ganti rugi bukan kewenangan kepolisian.

“Polisi tidak punya kewenangan untuk mendesak pelaku mengganti rugi kepada korban. Kita berkewenangan melakukan penyidikan atas kasus ini sampai dinyatakan P21 oleh jaksa seterusnya ke pengadilan untuk disidang,” urai Syaiful Isnaini.

Lebih jauh Syaiful Isnaini mengatakan, jika korban melakukan tindakan main hakim sendiri kalau tuntutannya tidak dipenuhi oleh pelaku, maka akan berakibat buruk bagi keduanya.

“Timbul persoalan baru. Saya minta supaya bapak (korban) tidak berbuat hal-hal yang dapat merugikan diri sendiri dan orang lain. Negara ini negara hukum,” kata Syaiful Isnaini menenangkan korban.

Dia berharap semoga persoalan tuntutan ganti rugi korban terhadap pelaku dapat dia lakukan.

Seperti diberitakan sebelumnya, tim gabungan Resmob Polda dan Reskrim Polres Majene bekuk pencuri sapi di sejumlah tempat berbeda.

Kasat Reskrim Polres Majene, AKP Syaiful Insnaini, Sabtu (13/1/2018) mengatakan, pihaknya bekerja sama dengan Resmob Polda Sulbar yang dipimpin oleh AKP M Nur Makmur melakukan penangkapan atas sejumlah orang yang diduga terlibar dalam pencurian sapi di Kecamatan Malunda Kabupaten Majene belum lama ini.

Berdasarkan laporan polisi nomor LP/ B / 02 / I / 2018 /SEK-MALUNDA/ MAJENE, Tgl 09 Januari 2018, tim gabungan kemudian bekuk pelaku pada Rabu 10 Januari sekitar pukul 24.00 Wita.

Menurut Syaiful Isnaini, pelaku US alias KUM (32), pekerjaan tani alamat Salutambung, Kecamatan
Malunda, Kabupaten Majene, Ar alias Sid (41), pekerjaan tani, alamat Salutambung, Kecamatan
Malunda Kabupaten Majene dan
As alias Papa Ita (45) pekerjaan swasta alamat Kecamatan Malunda Kabupaten Majene berhasil diamankan.

Diceriterakan kronologis penangkapan pelaku, setelah mendapat informasi bahwa lelaki Us alias Kum yang diduga kuat sebagai pelaku pencurian satu ekor sapi milik Pelang dan menggelapkan satu ekor sapi milik Alang yang dititipkan kepada pelaku untuk dipelihara.

“Dua ekor sapi ini kita amankan lebih dahulu, selanjutnya tim melakukan penyelidikan keberadaan pelaku, dan pada hari Rabu tanggal 10 Januari 2018 sekitar pukuk 16.00 Wita tim mendapatkan informasi bahwa keberadaan pelaku di Kecamatan Kalukku Kabupaten Mamuju. Segera tim berangkat bersama personel Polsek Malunda dan Polres Majene. setibanya di Kalukku, tim kemudian melakukan koordinasi dengan Resmob Polres Mamuju dan Polsek Kalukku. Dan hasilnya, Us alias Kum bersama uang hasil penjualan sapi curian ditangkap di rumah keluarganya di Desa Pure, Kecamatan Kalukku sekitar pukul 24.00 wita,” beber Syaiful Isnaini.

Dihadapan petugas, Us alias Kum mengaku bahwa dirinya melakukan pencurian Sapi bersama AR yang diketahui keberadaannya di Kecamatan Tinambung Kabupaten Polman dan bekerja sama dengan As alias Papa Ita beralamat di Kecamatan Malunda Kabupaten Majene.

Selanjtnya tim koordinasi dengan Polsek Malunda dan berhasil mengamankan As alias Papa Ita di rumahnya pada hari kamis tanggal 11 januari 2018 sekitar pukuk 02.00 Wita.

Kemudian tim bergerak ke Kecamatan Tinambung Kabupaten Polman untuk mencari Ardi.

Setelah tim berkoordinasi dengan Polsek Tinambung, dan pada hari Jum’at tanggal 12 Januari 2018 sekitar pukul 09.30 Wita, tim gabungan berhasil menciduk Ar alias Sid tanpa perlawanan.

Dari hasil interogasi petugas,
Us alias Kum dan Ar alias Sid mengaku bahwa dirinya telah mencuri sapi di Kecamatan Malunda sebanyak delapan ekor di berbagai tempat.

Keduanya juga mengaku bahwa dirinya bersama Ar melakukan pencurian atas perintah As alias Papa Ita.

“Kalau tidak mau menuruti perintahnya (As alias Papa Ita red) mereka diancam akan dipukul,” sebut Syaiful

Dari penangkapan ketiga pelaku, polisi berhasil mengamankan dua ekor sapi dan uang sebesar Rp.7 juta yang diduga sebagai hasil penjualan sapi curian.

Ketiganya diancam dengan kurungan diatas tujuh tahun penjara.

(arfan)

Baca Juga