Mapos, Majene — Pemerintah Kabupaten Majene melalui Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Majene menyelenggarakan Gerakan Pangan Murah (GPM) di halaman Stadion Prasamya Majene, Sabtu 15 Agustus 2026.
Kegiatan ini digelar dalam rangka menjaga stabilitas pasokan sekaligus menekan kenaikan harga bahan pokok di tengah masyarakat, bertepatan menyambut peringatan Hari Jadi Kabupaten Majene ke-481 serta Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 pada 17 Agustus 2026.
Kegiatan ini terselenggara berkat sinergi yang dibangun bersama Badan Pangan Nasional, Perum Bulog, dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Majene, dengan mengusung tema “Ketahanan Pangan, Kekuatan Bangsa”. Semangat tersebut diharapkan menjadi pengingat bahwa ketersediaan pangan yang terjangkau merupakan fondasi utama kemandirian dan kesejahteraan masyarakat. Sabtu, 15/08/26.
Warga yang hadir dapat memperoleh berbagai kebutuhan pokok dengan harga jauh lebih terjangkau dibandingkan harga yang berlaku di pasar umum. Berbagai kebutuhan tersedia lengkap, antara lain tomat seharga Rp5.000 per kilogram, cabe keriting Rp40.000 per kilogram, serta cabe besar Rp42.000 per kilogram.
Selain itu, tersedia pula telur dengan harga Rp42.000 per rak, bawang merah Rp32.000 per kilogram, dan bawang putih Rp35.000 per kilogram. Untuk kebutuhan pokok utama, beras premium ditawarkan Rp13.400 per kilogram, beras SPHP Rp11.200 per kilogram, gula pasir Rp13.000 per liter, minyak goreng Rp15.000 per liter, serta tepung terigu seharga Rp8.000 per kilogram.
Bupati Majene, Dr. H. A. Achmad Syukri, S.E., M.M., menyampaikan bahwa Gerakan Pangan Murah ini merupakan wujud nyata kepedulian pemerintah daerah terhadap daya beli masyarakat yang belakangan tertekan oleh fluktuasi harga pangan. “Kami ingin memastikan warga tetap bisa memenuhi kebutuhan pangan pokok dengan harga yang stabil dan terjangkau,” ujar Bupati.
Lebih lanjut, Bupati menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar pemberian bantuan sesaat, melainkan bagian dari upaya berkelanjutan menjaga ketersediaan pasokan agar tidak terjadi kelangkaan maupun lonjakan harga yang merugikan masyarakat, terutama menjelang perayaan hari besar nasional dan daerah.
Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Majene, Indriani, S.Pt., mengungkapkan bahwa penyelenggaraan GPM ini telah direncanakan secara matang dengan memastikan kualitas dan kuantitas barang tetap terjaga. Pihaknya berkomitmen agar warga tidak hanya memperoleh harga murah, tetapi juga mendapatkan bahan pangan yang berkualitas dan layak konsumsi.
Pimpinan Perum Bulog Cabang Polewali Mandar, Alamsyah, turut mengungkapkan dukungan penuh pihaknya terhadap kegiatan tersebut. Menurutnya, Bulog senantiasa siap berkolaborasi dengan pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas harga pangan strategis, sekaligus menjamin kelancaran distribusi agar cadangan pangan masyarakat senantiasa terpenuhi dengan baik.
Pujiwati, salah seorang warga yang berdomisili di Lingkungan Tanjung Batu Kemerdekaan Labuang, Kecamatan Banggae Timur, menyampaikan rasa syukurnya atas terselenggaranya kegiatan ini. Ia mengaku sangat terbantu dengan adanya GPM karena harga yang ditawarkan jauh lebih murah dibandingkan harga pasar, sehingga dapat meringankan beban pengeluaran keluarganya.
Warga pun tampak antusias menyambut kehadiran GPM. Banyak warga yang datang sejak pagi hari guna mendapatkan bahan pangan berkualitas dengan harga bersahabat. Kegiatan ini direncanakan berlangsung hingga persediaan habis, mengingat tingginya minat masyarakat yang ingin memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Majene, Hj. Muzrifah Nur, S.P., M.Si., menambahkan kegiatan ini sekaligus menjadi langkah pengendalian inflasi daerah. Dengan penyediaan pasokan langsung dari pengelolaan cadangan pangan daerah dan Bulog, diharapkan harga bahan pokok di pasar tetap terkendali dan tidak melonjak berlebihan, sehingga ketahanan pangan masyarakat Majene semakin terjamin.
(*)






