Rutan Pasangkayu Terbakar, Kapolda Sulbar Redam Amukan Warga Binaan

0
107

Mapos, Pasangkayu¬†–¬†Kebakaran yang terjadi di Rutan Kelas IIB Pasangkayu membuat suasana di lokasi tersebut menjadi tegang.

Ratusan warga binaan mengamuk dan membakar ruang besuk di Rutan Kelas IIB di Jalan Poros Trans Sulawesi Randomayang Kecamatan Babambalaomtu, Kabupaten Pasangkayu, Senin (22/4/2019).

Beruntung, amukan para warga binaan berhasil diredam dengan hadirnya sejumlah pihak Kepolisian.

https://mamujupos.com/wp-content/uploads/2021/02/IMG-20210212-WA0059.jpg

Menurut keterangan Kabid Humas Polda Sulbar, AKBP Hj. Mashura, aksi pembakaran terjadi di ruang besuk Rutan kelas II B.

Amukan warga binaan dapat diredam oleh Kepolisian Resort Matra yang dipimpin oleh Kapolres Matra AKBP Made Ary Pradana.

“Situasi dapat terkendali, Kepolisian berhasil melakukan negoisasi dengan para warga binaan,” ujarnya.

Sementara itu, Kapolda Sulbar Brigjen Pol Baharuddin Djafar yang melakuakn kunjungan kerjanya ke Pasangkayu langsung menuju ke Rutan Kelas IIB.

Kapolda bersama jajaran langsung mengecek situasi di Rutan Kelas IIB dan turut meredam amukan massa di dalam Rutan tersebut.

Menurut Mashura, situasi di Rutan dapat dikendalikan dengan kehadiran Kapolda beserta jajaran.

Mashura menjelaskan, penyebab pembakaran yang dilakukan oleh warga binaan Rutan kelas II B Pasangkayu sampai saat ini masih dalam penyelidikan pihak Kepolisian.

“Kita belum tahu apa motif dari pembakaran itu, sementara masih diselidiki,” jelasnya.

“Warga binaan yang melakukan pembakaran sudah kita amankan,” sambungnya.

Usai meredam amukan warga binaan, Kapolda terlihat memberikan nasehat.

Kapolda mengingatkan kepada warga binaan bahwa luapkan amarah itu hanya memuaskan nafsu semata, sementara akibatnya akan berdampak buruk bagi diri maupun orang lain.

“Bukankan agama kita yang mulia telah mengajarkan untuk bersabar dalam menghadapi setiap masalah, karena buah kesabaran itu akan menciptakan situasi yang lebih baik dan akan mendatangkan solusi yang tepat dari persoalan yang dihadapi,” kata Kapolda didepan para warga binaan.

Kata Kapolda, marah itu memang sudah menjadi tabiat manusia, tapi ada cara untuk meredamnya dan yang paling efektif adalah berwudlu kemudian sholat dua rakaat, inshaa Allah hati akan jadi lebih sejuk.

Dari nasehat itu, seluruh warga binaan terlihat syahdu dan tenang.

Atas kejadian tersebut, Kepolisian Resort Mamuju Utara (Matra) menyiagakan satu pleton pasukan Dalmas di lokasi Rutan Kelas IIB.

Sementara itu, dari laporan pihak Rutan, jumlah tahanan sebanyak 167 orang, semuanya terkendali dan aman. Tidak ada yang melarikan diri.

“Semua aman dan terkendali. Para warga binaan tidak ada yang melarikan diri,” sebut pegawai Rutan.

(usman)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.