Mapos, Majene — Minat masyarakat untuk menimba ilmu di Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) semakin besar. Hal ini dibuktikan, setiap tahun salah satu universitas negeri di Sulawesi Barat ini selalu menerima ribuan mahasiswa baru.
Hari ini, Selasa 11 Agustus 2026, Gedung Kembar Universitas Sulawesi Barat dipenuhi ribuan mahasiswa baru dari berbagai jurusan yang juga diikuti mahasiswa lainnya secara hibrida (luring maupun daring).
Kegiatan ini ditandai dengan digelarnya Rapat Senat Terbuka Luar Biasa sebagai momentum Pembukaan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Tahun Akademik 2026/2027.
Dalam laporan panitia pelaksana kegiatan pada Rapat Senat Terbuka luar Biasa itu menyebutkan, penerimaan mahasiswa baru tahun akademik 2026/2027 ini, Unsulbar menerima mahasiswa melalui tiga jalur seleksi, yaitu jalur SNBP, SNBT, dan Jalur Seleksi Mandiri.
Berdasarkan data resmi, jumlah peminat dari ketiga jalur seleksi tersebut mencapai 11.934 orang dengan tingkat kelulusan mencapai 29%. Adapun rincian penerimaan mahasiswa baru mencakup 3.464 mahasiswa yang dinyatakan lolos, 2.778 mahasiswa yang melakukan daftar ulang, serta 2.674 mahasiswa yang telah melakukan pembayaran.
Rektor Unsulbar, Prof. Dr. Muhammad Abdy, S.Si., M.Si., menyampaikan ucapan selamat datang sekaligus apresiasi kepada para mahasiswa yang berhasil lolos melalui berbagai jalur seleksi ketat.
Ia berpesan agar para mahasiswa tidak pernah menganggap ringan kesempatan yang diperoleh hari ini, mengingat dibalik kursi yang diduduki terdapat do’a orang tua, pengorbanan keluarga, perjuangan para guru, serta kerja keras diri sendiri.
“Oleh karena itu, saya tekankan agar mahasiswa tidak menyia-nyiakan kesempatan ini dan menggunakan masa kuliah sebaik-baiknya melalui tiga fondasi utama antara lain belajar dengan sungguh-sungguh, fokus fokus menimba ilmu, menguasai bidang keilmuan masing-masing, serta aktif mengembangkan keterampilan akademik maupun non-akademik guna menghadapi tantangan global yang semakin dinamis,” terangnya.
Membangun Karakter dan Integritas: Pendidikan tinggi tidak hanya mencetak akademisi yang cerdas secara intelektual, tetapi juga individu yang memiliki moral, etika, dan integritas tinggi dalam kehidupan bermasyarakat.
“Jadilah manusia yang bermanfaat. Kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat harus mampu memberikan solusi nyata, menjadi agen perubahan (agent of change), serta berkontribusi positif bagi kemajuan daerah dan bangsa,” tandanya.
Selain penekanan moral dan akademik, pembukaan PKKMB ini juga diisi dengan orasi ilmiah serta pembekalan yang menyoroti peran strategis mahasiswa sebagai motor penggerak pembangunan bangsa. Unsulbar sebagai perguruan tinggi negeri kebanggaan di Sulawesi Barat berkomitmen untuk terus mencetak lulusan yang berdaya saing tinggi, adaptif terhadap teknologi, dan memiliki kepedulian sosial yang kuat dalam rangka menyongsong visi Indonesia Emas 2045.
(*)






