Revolusi Hijau Fahmi Ditopang dengan Tanaman Ini

  • 13 Jan 2019
  • Majene
  • R Fajar Soenoe
  • 147
Gambar Revolusi Hijau Fahmi Ditopang dengan Tanaman Ini

Mapos, Majene — – Berbagai inovasi telah dikembangkan oleh petani di Kabupaten Majene belakangan ini. “Tentu tak lepas dari peran aktif dari Dinas Pertanian yang secara berkesinambungan menopang program Pemerintah Kabupaten dalam revolusi hijaunya,” ujar Bupati Majene Fahmi Massiara saat menghadiri acara tanam cabai perdana di Lingkungan Banua, Kelurahan Malunda, Kecamatan Malunda, Minggu (13/1/2019).

Fahmi Massiara lebih jauh mengapreseasi kerja nyata para petani dalam menanam cabai, khususnya petani di Kecamatan Malunda.

“Mereka patut diapresiasi, karena petani kita mampu mengubah lahan tidur menjadi lahan produktif. Ini semua merupakan salah satu perwujudan dari revolusi hijau yang selama memang kita galakkan di Majene,” terang Fahmi Massiara yang disambut riuh tepuk tangan masyarakat yang hadir.

Dengan hasil cukup memuaskan katanya, setiap kali panen tentu akan membantu sumber pendapatan masyarakat.

Ia mengaku harga cabei belakangan sedikit merosot dibandingkan tahun kemarin. “Sekarang harga cabai berada pada kisaran Rp.17 ribu per kilogram, mudah-mudahan bukan menjadi penghambat semangat para petani untuk tetap menanam cabai,” ungkap Fahmi Massiara.

Lebih jauh kata dia, kebutuhan cabai di masyarakat cenderung naik. “Semoga apa yang kita tanam hari ini dapat berbuah lebat seperti tahun kemarin. Insyaa Allah akan lebih banyak hasilnya,” harap Fahmi Massiara.

Diketahui, penanaman perdana komoditi cabai di Malunda dilakukan di area pertanian seluas 60 x 70 meter persegi melalui Kelompok Tani Ada’ Tuho.

Salahuddin yang tak lain Ketua Kelompok Tani Ada’ Tuho melaporkan luasan tanaman yang akan dikelola kelompoknya mencapai 20 ha dengan rincian tanaman cabai dan tanaman jagung.

Pada kesempatan sama, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Majene, Burhan mengatakan, komoditas cabai yang ditanam pada acara itu akan dapat dipanen sekitar 2,5 – 3 bulan kedepan.

“Sepanjang para petani ada kerjasama yang baik dengan para PPL di Malunda. Mereka akan membantu dalam hal pemeliharaan tanaman cabai,” kata Burhan.

“Kalau mau tanamannya berhasil, petani harus rajin melakukan penyemprotan…. minimal 2 kali seminggu dan melakukan pemupukan sekali seminggu. Ini untuk mendapatkan hasil maksimal,” imbuh mantan Camat Ulumanda ini.

(ipunk)