Reses SDK, Mulai Bagikan Wifi Gratis dan Jadi Imam Sampai Menunggu Warga

Gambar Reses SDK, Mulai Bagikan Wifi Gratis dan Jadi Imam Sampai Menunggu Warga

Mapos, Mamuju – Reses kali ini benar-benar dimanfaatkan SDK untuk berbaur dan bernostalgia dengan konstituennya. Tidak ada sekat antara pejabat negara dengan warga. Semua berjalan normal, selayaknya pertemuan dengan teman lama.

Di Desa Kasambang Kecamatan Tapalang, ada warga yang mengangkat tangan untuk berbicara. Meski saat itu prosesi reses yang dihadiri 50 orang itu telah usai.

“Mohon maaf ini. Kondisi covid memaksa anak-anak kami tidak sekolah dan belajar di rumah. Sementara kami para orang tua kesulitan untuk membelikan pulsa data. Kami minta agar ada wifi gratis di desa kami,” tutur salah seorang warga, Senin (12/10/2020).

SDK langsung menyanggupi permintaan itu. Dan dari diskusi singkat, ditunjuk rumah milik Sunaryo sebagai pusat belajar warga. Di rumahnya itulah akan dipasangkan wifi gratis.

Warga Kasambang pun ternyata sudah menyiapkan makan siang untuk SDK dan rombongan. Di pantai Karanamu, terhampar berbagai hidangan khas nelayan.

Makan siang bersama, sembari menikmati keindahan pantai yang sama sekali belum tersentuh oleh industri.

Selang beberapa saat, rombongan Tina-Ado datang. Mereka bergabung seusai melakukan kampanye.

Tiba saatnya shalat dhuhur, rombongan bergerak ke masjid Al Yaqin Kecamatan Tapalang. Dan SDK menjadi imamnya.

Berburu dengan waktu, rombongan bergerak ke Desa Pasa’bu Kecamatan Tapalang Barat. Di desa itu, SDK akan melakukan hal yang sama seperti di Desa Kasambang.

Namun uniknya, baru beberapa warga yabg hadir. Ternyata, rombongan SDK terlalu cepat tiba di lokasi, dari jadwal yang ditetapkan.

Jeda waktu itu dimanfaatkan bercengkerama dengan warga setempat sembari minum kopi.

Selang beberapa saat kemudian, warga pun berdatangan. Mereka dari Desa Pasa’bu dan Desa Dungkait.

Berbeda dengan aspirasi warga Desa Kasambang, di wilayah ini warga meminta ternak dan beberapa bibit coklat.

Termasuk kejelasan terkait pembangunan jalan desa yang akan diubah menjadi jalan nasional.

“Kami, terutama saya yang ada di DPR RI siap memperjuangankan pembangunan jalan nasional itu. Dengan catatan, tentu saja harus diusulkan Pemda,” kata SDK.

Diungkapkan, program pembangunan pemerintah pusat itu berasal dari usulan daerah-daerah. Kecuali untuk keadaan darurat, seperti pandemi covid-19.

“Pemerintah menyiapkan dana sebesar Rp900 miliar lebih untuk membantu rakyatnya yang terdampak pandemi ini. Dana itu dari pemerintah, bukan orang per orang,” sebutmya.

Usai reses, rombongan tidak kembali ke jalur utama. Tetapi menembus pesisir pantai Kecamatan Tapalang Barat yang kondisi jalannya masih memprihatinkan.

(*)

Baca Juga