Ratusan UMKM di Kecamatan Kota Majene Terima Bantuan

  • 30 Jun 2020
  • Majene
  • R Fajar Soenoe
  • 1193
Gambar Ratusan UMKM di Kecamatan Kota Majene Terima Bantuan

Wakil Bupati Majene, Lukman Nurman

Mapos, Majene — Sedikitnya 454 UMKM di Kecamatan Banggae dan Kecamatan Banggae Timur terima bantuan sebagai stimulus penguatan modal usaha.

Pemberian Stimulus Penguatan Modal Usaha kepada Pelaku UMKM yang terkena dampak ekonomi akibat Covid-19 Tahun 2020 dilakukan di Boyang Assamalewuang Mandar Majene, Selasa (30/06/2020).

Hadir dalam acara itu, Wakil Bupati Majene, Lukman Nurman, Mewakil Dandim 1401 Majene, Mewakili Kajari Majene dan Pimpinan OPD terkait serta camat.

Kadis Koperindag Majene H Busri, SE, M.Si dalam laporannya mengatakan, kegiatan ini merupakan salah satu tindaklanjut Instruksi Mendagri dan Instruksi Presiden tentang penanganan terhadap sektor ekonomi dalam hal ini penguatan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di Kabupaten Majene dengan memberikan modal usaha.

“Hari ini Pemerintah Kabupaten Majene akan memberikan bantuan modal usaha kepada 454 UMKM yang tersebar di kecamatan dalam kota Majene yaitu di Kecamatan Banggae sebanyak 207 UMKM dan di Kecamatan Banggae Timur sebanyak 247 UMKM, dari 592 asaha yang tersebar di Kabupaten Majene,” sebut Busri.

Berdasarkan data yang ada pada Dinas Koperindag Majene, ada sekitar 7.000 pelaku usaha, sedangkan yang terakomodir hanya sekitar 900.

“Masih ada sekitar 6.000 pelaku usaha yang belum dapat diberikan bantuan stimulus disebabkan keterbatasan anggaran dari pemerintah,” ungkap Busri.

Dikatakan, yang mendapatkan bantuan saat ini hanya 85 persen di Kecamatan Banggae dan Kecamatan Banggae Timur.

“Sisanya tersebar di semua kecamatan, dan masih banyak masyarakat yang datang mengeluh kepada kami karena mereka tidak mendapatkan bantuan yang sama. Disini, prioritas utama kami berdasarkan data yang ada di operator Dinas Koperindag, dan bagaimana jenis usahanya, kemudian mengisi formulir terhadap faktor permasalahan akibat imbas Covid-19,” kata Busri.

Selaku Kadis Koperindag Majene, Ia juga menyampaikan permohonan maaf kepada pelaku usaha yang belum terdata.

“Mudah-mudahan untuk selanjutnya akan kita jadikan prioritas. Dan untuk tahap kedua nanti supaya calon penerima bantuan agar memenuhi semua persyaratan yang telah ditetapkan,” pungkasnya.

Sementara pada kesempatan sama, Wakil Bupati Majene, Lukman Nurman mengatakan,
Pemerintah Kabupaten Majene dalam menangani persoalan ekonomi hari ini akan memberikan bantuan kepada para pelaku usaha yang nilainya satu juta rupiah.

“Bantuan ini kami berikan peruntukannya berbeda dengan BLT. Kalau BLT kemarin, peruntukannya memang untuk lari ke dapur, tetapi kalau penguatan ekonomi ini peruntukannya bagaimana kita menambah modal usaha,” beber Lukman.

Lebih jauh dikatakan, seperti diketahui bersama, sejak dunia dilanda pandemi Corona, semua lini kehidupan terpapar termasuk Indonesia dan juga Majene.

“Hampir semua aktivitas ekonomi menjadi terhalang dan terganggu bahkan, negara-negata di dunia turut terimbas dengan pertumbuhan ekonominya di bawah nol persen. Masih beruntunglah kita Indonesia karena pertumbuhan ekonomi kita mencapai angka 2 digit,” ungkap Lukman Nurman.

Akibat dari itu semua katanya, Pemerintah Kabupaten Majene tidak tinggal diam.

“Kemarin persoalan BLT dan jaring pengaman sosial telah kami lakukan sesuai Instruksi Presiden bahwa sedapat mungkin Pemerintah Daerah harus tanggap menangani persoalan sosial. Dan hari ini, kita akan lanjutkan lagi dengan menyikapi persoalan ekonomi. Olehnya itu, Bapak-Ibu sekalian yang hari ini akan menerima, maka di tangan Bapak-Ibulah para pelaku usaha ini kami harapkan bagaimana perputaran ekonomi, pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Majene dapat kita pertahankan,” sebut Lukman.

Menurut dia, Bupati Majene, Fahmi Massiara berharap agar para pelaku usaha di Kabupaten Majene dapat terus eksis dan dapat beraktivitas kembali seperti semula dalam era new normal.

“Saya minta ada koordinasi yang baik dengan pihak provinsi, karena provinsi pun akan melakukan hal yang sama. Jangan sampai apa yang telah disentuh oleh intervensi kabupaten diintervensi lagi oleh provinsi.
Kami harapkan yang sudah dilayani kabupaten jangan lagi difasilitasi provinsi agar dapat diberikan kepada yang lain sehingga kita bisa meminimalkan ketimpangan yang terjadi,” harap Lukman.

“Meskipun anggaran di Kabupaten Majene sangat terbatas, namun kita tetap berusaha mencoba bagaimana masyarakat kami bisa tetap hidup aman dan terkendali serta bisa beraktifitas sebagaimana mestinya,” tambah Lukman.

(*)