Puncak Pandemi Covid-19 Sulbar Diperkirakan 20 Juni 2020

  • 6 Mei 2020
  • Majene
  • R Fajar Soenoe
  • 592
Gambar Puncak Pandemi Covid-19 Sulbar Diperkirakan 20 Juni 2020

Mapos, Majene — Seorang narasumber utama dalam Focus Group Discussion (FGD) yaitu Prof DR Ridwan Amiruddin M.Kes. M.Sc.PH dalam materinya terkait proyeksi dan karakteristik Covid-19 di Kabupaten Majene menyebut, puncak pandemi Sulbar yaitu 20 Juni 2020 dengan peningkatan jumlah kasus sekitar 1.176.

Guru besar Fakultas Kesehatan Masyarakat Unhas itu memberi rekomendasi untuk layanan kesehatan dan public health diantaranya, untuk tiap kasus baru Pemprov Sulbar segera menyiapkan Rumah Sakit (RS) dengan kapasitas sekitar 170 tempat tidur, 51 ICU, dan 13 ventilator, sebagai langkah mengantisipasi puncak pandemik pada pertengahan Juni 2020.

Untuk Icu sebanyak 451 dan vetilator sebanyak 739.

Sementara prediksi puncak pandemi Majene dengan keseluruhan kasus, baik itu baru dan lama sebanyak 80 kasus hingga 24 Juni 2020.

Menghentikan penularan kasus baru dengan memberi perlindungan kelompok rentan, lansia, bumil, bayi/anak, serta mempercepat penyembuhan dengan terapi supportive yang tepat dan efisien dan memastikan APD dan test kepada seluruh petugas untuk penularan di RS.

Sementara untuk rekomendasi publik health, Prof Ridwan menjelaskan agar meningkatkan cakupan mitigasi minimal 30 persen, sosial distancing/phsycal distancing, sanitasi lingkungan, stay at home, dan persona hygine, penutupan sekolah, masjid, kantor, pasar dan lain-lain.

Meningkatkan cakupan survey massal untuk menemukan populasi yang terinfeksi dimasyarakat serta pemetaan status seluruh daerah untuk keperluan isolasi dan karantina, serta pengawasan secara ketat (chek point) transportasi antar kota dan dalam kota.

Dalam acara FGD yang digelar oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kabupaten Majene melalui Webiner (seminar online) dan dipandu oleh dr Evawati, M.Kes , Selasa 5 Mei 2020 melahirkan sejumlah rekomendasi.

Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kabupaten Majene Mihtar Thala Ali dalam FGD yang digelar dengan konsep pysical distancing itu menyebut, FGD tersebut bertujuan untuk memberikan pemahaman dan pengetahuan terkait pandemi covid-19, yang nantinya akan melahirkan rekomendasi yang bisa menjadi vaksin, obat atau solusi jitu penaganan virus corona di Kabupaten Majene.

Sementara Bupati Majene Fahmi Massiara, sangat mengapresiasi berbagai rekomendasi yang dihasilkan.

“Hasilnya akan menjadi dasar pertimbangan untuk langkah-langkah penanganan covid-19 di Majene kedepan,” katanya.

Dalam kesempatan itu, ia juga menyampaikan terima kasih kepada pelaksana kegiatan dan pemateri yang telah meluangkan waktu sehingga menghasilkan rekomendasi sebagai jurus jitu penaganan covid 19.

“Saya sangat mengapresiasi kepada narsumber dan peserta karena telah mengikuti FGD secara seksama terlebih jika nanti dapat sebagai inisiator dalam langkah-langkah penanganan covid-19,” pungkasnya.

(ipunk)