PT. Mamuang diduduki Ratusan Warga Tikke dan Martasari

Gambar PT. Mamuang diduduki Ratusan Warga Tikke dan Martasari

Mapos, Pasangkayu – Sedikitnya 100 orang gabungan warga dari Tikke dan dan Martasari Kabupaten Pasangkayu menduduki lahan sawit milik Pt Mamuan, Sabtu pagi (15/02/2020).

Aksi ini dilakukan oleh warga setempat, karena merasa lahan tersebut adalah miliknya yang diambil paksa oleh pihak perusahaan sekitar 15 tahun lalu. Pengambilan lahan itu dengan melibatkan aparat keamanan.

Berdasarkan surat rekomendasi Gubernur Sulawesi Barat no. 2100/2609/2019, memerintahkan Kepala Kantor Wilayah BPN Provinsi Sulawesi Barat untuk melakukan pengembalian batas atau pengukuran ulang terhadap hak guna usaha (HGU) no 1 Maryajaya atasnama PT. Mamuan.

I Nenga Lodra salah seorang warga aksi, mengatakan, pihaknya melakukan aksi menduduki lahan karena merasa bahwa lahan yang kini menjadi kebun sawit adalah miliknya. Yang kemudian dirampas perusahaan 15 tahun lalu.

Diungkapkan, waktu itu dia ditangkap oleh polisi dan ditahan kemudian lahannya diambil paksa.

“Saya tetap bersama dengan teman-teman korban lainnya terus berjuang. Untuk mendapatkan kembali hak-hak kami,” katanya.

Hingga berita ini disusun, pihak PT. Mamuan yang dihendak dikonfirmasi dikantorya Sabtu (15/02/02) tidak bisa ditemui. Menurut security PT. Mamuang, Andi Arif dan Moh Haeril, tidak ada pimpinan yang bisa ditemui. Sebab mereka kebanyakan berlibur, termasuk humasnya.

“Kami ini hanya bawahan disini. Tdak bisa berbuat banyak,” aku Andi Arif.

(*)