Proyek Pengadaan Sapi Qurban Gubernur Sulbar Berbuntut Panjang, Peternak Minta Dibayar

0
1810

Mapos, Mamuju — Sejumlah peternak sapi terpaksa “menggeruduk” Gubernur Sulbar di Halaman Kantor DPRD Provinsi Sulawesi Barat, Senin (16/8/2021)  lantaran tak mendapatkan jawaban memuaskan atas pembayaran sapi yang sudah terlanjur di qurbankan pada Hari Raya Idul Adha lalu.

Oleh pendamping peternak, Harle Sarebong mengatakan, sapi peternak sebanyak 75 ekor telah diserahkan kepada rekanan pemenang tender namun belum dibayar lunas. “Makanya kami datang minta kejelasan kepada Biro Kesra sebagai penanggungjawab. Namun, kami belum mendapat jawaban memuaskan sehingga kami menyusul ke Kantor DPRD Provinsi Sulawesi Barat karena katanya, Gubernur sedang menghadiri agenda di sana,” beber Harle.

Sayangnya kta dia, ketika dirinya mencegat Gubernur untuk menanyakan harga sapi, oleh Gubernur tidak merespon secara baik. “Terpaksa ada keributan sedikit,” katanya.

https://mamujupos.com/wp-content/uploads/2021/02/IMG-20210212-WA0059.jpg

Harle menyesalkan pihak pemerintah Sulbar yang tidak menyelesaikan pembayaran sapi yang seharusnya sudah menjadi hak peternak.

“Saya tidak mau tahu apa yang terjadi dengan eksekutif dan legislatif di Sulbar. Yang jelas, saya minta supaya saya dibayar. Kami sudah laksanakan kewajiban kami. Sekarang, kami minta hak kami,” tegas Harle.

Dikatakan, kisruh yang terjadi antara eksekutif dan legislatif di Pemprov Sulbar tidak lantas menggugurkan kewajibannya membayar peternak.

Bahkan kata dia, saat mengantar Sapi Qurban ke penerima manfaat banyak kendala yang dihadapi di jalan. “Ada saudara kami yang hampir hanyut saat mendisitrubusikan sapi. Sebenanrnya, niat Gubernur bagus. Niat pemerintah bagus, tapi yang masalah ada interpelasi, ada Bansos dan segala macam. Kami tidak ada urusan dengan semua itu. Urusan anda harus selesaikan itu. Kami tidak tahu itu hak angket, interpelasi, silakan. Anda jatuhkan Gubernur silakan. Kami hanya menuntut hak saudara-saudara kami yang kami wakili. Dua tahun mereka pelihara sapinya. Tapi apa yang terjadi sampai saat ini hampir satu bulan belum dibayar. Berbicara amal, tidak diterima amal mu sebelum dibayar,” tegas Harle.

a mengancam, jika Pemprov Sulbar tak kunjung membayar harga sapi peternak, pihaknya akan menggandeng sejumlah lembaga untuk melakukan aksi turun ke jalan.

“Kita tunggu saja karena janjinya dalam minggu ini sudah dibayar. Kalau tidak, kami akan turunkan massa lebih besar,” ancam Harle.

Terpisah, Kepalq Biro Tapem dan Kesra Pemprov Sulbar, Moh Saleh Rahim mengatakan, pihak Pemprov Sulbar akan menyelesaikan pembayaran kepada peternak minggu ini.

Soal keterlambatan pembayaran sapi milik peternak, Saleh Rahim beralasan lantaran ada sejumlah pemetaan mata anggaran yang masih disinkronkan.

“Alhamdulillah Gubernur memerintahkan semua untuk menyelasikan kewajiban yang harus diselesaikan. Besok akan segera diproses. Akan segera kami proses semua,” janjinya.

(fjr/red)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.