Program Pamsimas di Majene Telah Dinikmati Ratusan Ribu Jiwa

0
72

Mapos, Majene — Hingga akhir 2020, program Pamsimas di Kabupaten Majene telah menjangkau sebanyak 62 desa dan 19 kelurahan yang tersebar di 8 kecamatan dan hasil programnya telah dinikmati lebih dari 126.680 jiwa.

“Ketersediaan air minum dan sarana sanitasi yang layak serta sehat merupakan kebutuhan dasar masyarakat, karenanya untuk memenuhi kebutuhan air minum dan senitasi di perdesaan, pemerintah sudah meluncurkan berbagal bentuk program ke desa,  salah satunya adalah Program Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas),” ungkap Ketua Panitia Pelaksana Pelatihan Pemerintah Desa, Kelurahan dan Kecamatan, Kerjasama Desa Bidang Air Minum dan Sanitasi Kabupaten Majene, Astri Siahaja, Rabu (28/7/2021).

Dikatakan, tujuan kegiatan itu untuk menyamakan pemahaman peserta terhadap Juknis Kerja Sama Desa untuk Kegiatan Air Minum dan Sanitasi, membangun komitmen peserta agar bersedia untuk melanjutkan program air minum dan sanitasi di desanya yang salah satunya melalui kerjasama desa dan menyusun rencana kerja tindak kanjut pemerintah desa dan kecamatan dalam mewujudkan kerjasama desa untuk kegiatan air minum dan sanitasi.

https://mamujupos.com/wp-content/uploads/2021/02/IMG-20210212-WA0059.jpg

Ia juga melaporkan bahwa kegiatan akan berlangsung selama empat hari.

Sementara itu Wakil Bupati Majene, Arismunandar sesaat sebelum membuka kegiatan mengatakan, air minum merupakan kebutuhan dasar masyarakat.

“Terkait kewenangan lokal berskala desa, maka desa mempunyai kewenangan penuh untuk mengatur dan mengurus desanya sesuai kebutuhan yang mendasar dan prioritas yang diputuskan dalam Musyawarah Desa, salah satunya adalah menyangkut kebutuhan dasar terhadap ketersedian air minum dan sanitasi bagi masyarakat di desa,” sebut Arismunandar.

Menurutnya, dalam hal kewenangan terhadap pemenuhan kebutuhan air minum berskala desa dan bertanggungjawab terhadap pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, desa juga perlu didorong untuk memberikan perhatian yang lebih besar agar dapat membina KPSPAMS, dan melanjutkan kegiatan penyedaan air minum dan sanitasi di desa melalui pendanaan yang bersumber dari APB Desa maupun sumber lainnya yang dapat diakses oleh pemerintah desa, sehingga dapat mempercepat perwujudan 100 persen akses air minum dan sanitasi bagi masyarakat.

“Serta dalam rangka mempercepat perwujudan 100 persen sukses air  minum dan sanitasi bagi masyarakat, pertu dicarikan strategi agar pemerintah desa dapat berperan lebih optimal guna kesinambungan program peyedian air minum dan sanitasi di desa, apalagi jika dikaitkan dengan kegiatan Pamsmas III yang tentunya juga akan berakhir, maka pemerintahan desa diharapkan dapat melanjutkan kegiatan ini dengan menggunakan platform Pamsimas dengan cara mengintegrasikan PJM ProAKSi dan RKM ke dalam RPJM Desa dan RKP Desa,” pungkas Arismunandar.

(*)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.