Profesi Wartawan Jadi Bahan Olok-olokan Tukul Arwana: “Nyamuk-nyamuk Pers”

Gambar Profesi Wartawan Jadi Bahan Olok-olokan Tukul Arwana: “Nyamuk-nyamuk Pers”

Mapos, Mamuju – Pekerja kuli tinta di Mamuju menyesalkan gaya melawak Tukul Arwana yang dianggap melecehkan profesi wartawan dalam sebuah acara Milennial Road Safety Festival (MRSF) 2019, yang diselenggarakan oleh Dit Lantas Polda Sulbar, di Anjungan Pantai Manakarra, Mamuju, Sulbar. Minggu (24/2/2029).

Sebagai seorang yang melempar guyonan di hadapan orang lain, Andi Saputra menuturkan pelawak tetap harus memperhatikan etika dengan tak menyindir fisik orang lain maupun profesi tertentu.

“Kok, bisa Tukul Arwana begitu? Sadar tidak dia kalau yang membesarkan namanya juga wartawan. Itu profesi terhormat lho,” ucap Andi Saputra, media terbittop.com, Minggu (24/2/2019).

Seharusnya, kata Andi, Tukul Arwana menggunakan bahasa dan wawasan yang baik dalam melempar candaan yang disaksikan orang banyak.

“Kalau nanti wartawan menuntut dia, Tukul harus terima risiko, dong. Apa yang dilakukan Tukul Arwana itu salah, sangat salah,” ucap Andi.

Sebagai komedian senior, Andi mengerti betul bagaimana sebuah proses guyonan berlangsung di atas panggung. Tapi dengan cara tidak menghina profesi.

“Menghina apa pun tidak boleh. Fisik, profesi, komunitas, sampai institusi itu tidak boleh kita jadikan bahan lawakan di atas panggung,” kata dia.

Seperti diketahui, Tukul Arwana tiba-tiba saja menjadi kontroversi saat menjadi bintang tamu sebuah acara Milennial Road Safety Festival. Alih-alih memberikan lawakan lucu, Tukul Arwana justru menyebutkan kalimat yang dianggap melecehkan profesi wartawan.

“Wartawan itu, Nyamuk-nyamuk Pers,” ujar Tukul Arwana dengan semangat diatas panggung.

“Nyamuk-nyamuk pers” bahasa apa itu? Memangnya pers suka isap darah apa,” cetus Andi.

(usman)

Baca Juga