Pro Kontra Belajar Tatap Muka di Tengah Pandemi Covid-19 di Majene

0
57

Mapos, Majene — Berbagai kalangan orang tua siswa-siswi di Kabupaten Majene, Provinsi Sulawesi Barat mengeluarkan pernyataan berbeda terkait proses belajar tatap muka yang kini sudah diterapkan pada sejumlah sekolah.

Salah seorang orang tua murid di salah satu sekolah di Majene, Darsawati mengatakan, dirinya ragu jika nanti anaknya yang duduk di bangku kelas 2 sekolah dasar (SD) berinteraksi dengan teman-temannya.

“Kita takut, jangan sampai ada temannya yang memiliki riwayat perjalanan atau bisa jadi terpapar Covid-19. Apalagi, jika mereka sempat berkumpul bersama, bermain bersama. Pasti mereka abai terhadap prokes. Maskernya pasti tidak bisa dia jaga. Mending belajar daring saja dulu,” ucapnya.

https://mamujupos.com/wp-content/uploads/2021/02/IMG-20210212-WA0059.jpg

Kendati pun demikian ia juga merasa resah dan kasihan melihat perkembangan belajar anaknya di rumah lantaran ia tidak bisa sepenuhnya membimbing anaknya seperti di sekolah.

“Bagaimana ya? Karena jujur, kita juga kewalahan memberi dia pelajaran di rumah, apalagi pekerjaan kantor cukup menyita banyak waktu sehingga untuk mengajar atau membimbing anak di rumah tidak maksimal,” akunya.

Berbeda dengan komentar Nurarniati. Ia malah setuju dengan program tatap muka yang tengah digagas pemerintah. Katanya, belajar daring tidak membuat anaknya yang duduk di kelas IX menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan oleh sekolah.

“Capek mengawasinya. Dikira menyelesaikan tugas dari sekolah, eh malah main game,” sebutnya, Rabu (25/8/2021).

Senada dengan orang tua siswa lainnya, Masse Sarebong. Menurut pengusaha muda ini, belajar di lingkungan sekolah lebih efektif dibanding belajar daring. “Belajar di lingkungan sekolah akan lebih mudah anak-anak kita menyerap pelajaran, asal yang penting dalam pelaksanaan tatap muka di sekolah perlu pengawasan ketat oleh pihak sekolah dalam hal Prokes,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Majene, Iskandar mengatakan, belajar tatap muka diberlakukan sejak Senin 23 Agustus 2021 menyusul dikeluarkannya Keputusan Bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan serta Menteri Dalam Negeri Nomor : 03/KB/2021, Nomor : 384 Tahun 2021, Nomor: HK.01.08/MENKES/4242/2021, Nomor : 440-717 Tahun 2021, tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran di Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019.

“Oleh Bupati Majene juga kemudian mengeluarkan Surat Edaran Nomor 421/734/2021 tentang pelaksanaan pembejaran jenjang TK, SD, SMP pada masa Pandemi Covid-19 di Kabupaten Majene. Dasar itu semua yang kita pedomani,” kata Iskandar.

Namun, dalam pelaksanaannya kata dia oleh satuan jenjang pendidikan memberikan pilihan kepada orang tua siswa yaitu A. Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTM) dengan tetap memperhatikan Protokol Kesehatan dan atau B. Pembelajaran jarak jauh (Malelaui sistem daring).

“Ada tiga syarat yang diberikan kepada masing-masing satuan pendidikan antara lain, guru-gurunya sudah vaksin, persetujuan orang tua dari para siswa dan oleh sekolah bersedia melaksanakan protokol kesehatan ketat. Mereka juga harus membatasi jumlah siswa masuk ke kelas dengan sistem bergantian. Kalau syarat itu sudah terpenuhi, baru kita kasi rekomendasi,” tutur Iskandar.

Dari pantauan, saat ini di SMP Negeri 3 Majene sudah melaksanakan belajar tatap muka dengan menerapkan protokol kesehatan ketat. Demikian juga di SD Negeri 2 Majene. Pada pintu gerbang utama sekolah sudah dilengkapi dengan wastafel cuci tangan lengkap dengan sabun.

(fjr/red)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.