Polres Majene Imbau Cafe dan Rumah Makan Tutup Pukul 21.00 Wita di Majene

0
77

Mapos, Majene — Melalui operasi kegiatan rutin yang ditingkatkan (KRYD), Polres Majene terus mengedukasi masyarakat untuk patuh prokes dan mengingatkan agar tetap mengenakan masker, menghindari kerumunan dan mengajak untuk berpartisipasi memperkecil ancaman Covid-19 dengan vaksinasi.

Menurut Kepala Bagian Operasi Polres Majene, AKP Ujang Saputra, ketika dirinya meminpin kegiatan operasi yustisi dengan berpatroli, ia selalu mengingatkan masyarakat untuk patuh prokes dan bersedia divaksin.

Operasi yang digelar Sabtu (4/9/21) sekitar pukul 21.00 Wita hingga usai itu menyasar rumah-rumah makan dan cafe yang masih menerima pengunjung pada batas waktu yang ditentukan oleh pemerintah daerah lewat surat edaran Bupati Majene.

https://mamujupos.com/wp-content/uploads/2021/02/IMG-20210212-WA0059.jpg

Dalam Surat Edaran Bupati Majene Nomor : STPP/Covid-19/MN/224/224/IX/2021 tentang percepatan vaksinasi dalam rangka penanggulangan pandemi corona virus disiase 2019 wilayah Kabupaten Majene, salah satu poinnya adalah rumah makan, cafe serta tempat-tempat umum lainnya wajib tutup dan tidak melani pelanggan hingga pukul 21.00 Wita.

Ujang menyebut, pembatasan waktu tersebut bukan untuk mengahalangi masyarakat untuk mengais rezki lewat para pelanggang setianya, namun mengantisipasi peningkatan penyebaran Covid-19 yang hingga kini belum melandai.

“Para pedagang boleh tetap membuka usahanya pada batas waktu yang ditentukan hanya saja, tidak boleh melayani pelanggan ditempat kecuali dibungkus dan dibawa pulang ke rumah, silahkan manfaatkan media sosial untuk melariskan dagangan dengan jalan melalui jasa kurir dan sebagainya,” tuturnya.

Sementara menurut salah seorang pedagang sate di Pusat Pertokoan Kabupaten Majene, Provinsi Sulawesi Barat, Anwar, sejak pandemi Covid-19 omzet dagangannya menurun drastis. “Sebelum Covid-19, omzet saya bisa mencapai Rp800 ribu hingga Rp900 ribu perhari. Tapi setelah Covid-19, syukur kalau bisa dapat Rp300 an ribu,” katanya.

Namun, dia tidak keberatan atas pembatasan yang dilakukan oleh pemerintah setempat. “Tidak masalah kalau pemerintah membatasi waktu berjualan hingga pukul 21.00 Wita. Toh, tidak banyak yang datang makan pada jam begitu. Biasanya juga lebih banyak yang membeli untuk dibawa pulang,” ungkap pedagang yang mengaku berasal dari Kabupaten Pangkep Sulawesi Selatan ini.

(fajar/red)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.