Polres Majene Gelar Pelatihan Praoperasi Bina Waspada

Gambar Polres Majene Gelar Pelatihan Praoperasi Bina Waspada

Mapos, Majene — Guna menangkal penyebaran paham radikalisme di wilayah Kabupaten Majene, jajaran Kepolisian Resort setempat menggelar Pelatihan Praoperasi Bina Waspada Siamasei dengan tema “Pemeliharaan dan Ketertiban Masyarakat dalam Rangka Penangkalan Radikalisme”, Rabu (12/08/2020).

Tujuan kegiatan itu tak lain agar meningkatkan kemampuan dan pemahaman anggota Polres Majene terhadap radikalisme sesuai tugas dan fungsinya sehingga hasil operasi yang akan dilaksanakan kedepan betul-betul maksimal.

Kapolres Majene AKBP Irawan Banuaji, SIK, M.Si didampingi Kabag OPS Polres Majene, AKP Ujang Saputra dalam sambutannya saat membuka acara mengatakan, ada beberapa langkah-langkah terkait pelaksanaan operasi agar hasilnya maksimal dan efektif.

“Diantaranya adalah seluruh personil diharapkan untuk mencari audiens atau sasaran untuk menyampaikan pelaksanaan kegiatan ini sehingga betul-betul tepat sasaran. Intinya, kegiatan yang dilakukan bisa memenuhi tujuan pelaksanaan operasi, bukan dilakukan hanya sekedar formalitas semata, tapi harus betul-betul mengena di tengah masyarakat,” tutur AKBP Irawan Banuaji.

Ia menegaskan agar dalam melaksanakan operasi, jajarannya harus terus koordinasikan dengan tokoh yang ada untuk mengondisikan segala hal, sehingga sesaran yang dituju betul-betul tepat.

“Yang terpenting mana yang duluan harus kita sentuh sehingga apa yang kita sampaikan terkait inti operasi ini dapat diterima masyarakat, bisa dipahami dan dilaksanakan tentunya,” sebut Irawan Banuaji.

Lebih jauh kata dia, karena kegiatan dilaksanakan di tengah pandemi Covid-19, maka harus tetap mengutamakan protokol kesehatan dengan menggunakan masker dan sebagainya.

“Selalu jaga keselamatan dan kesehatan rekan-rekan saat melaksanakan tugas khususnya di tengah pandemi Covid-19,” tutup Kapolres.

Senada dengan AKBP Irawan Banuaji, Kabag Ops Polres Majene, AKP Ujang juga menekankan agar sasaran dan target operasi yang dituju harus tepat agar pelaksanaan kegiatan maksimal dan mengena di tengah masyarakat.

“Yang terpenting dalam pelaksanaan operasi ini tetap memperhatikan protokol kesehatan untuk mengedukasi masyarakat demi percepatan penanganan Covid-19,” pungkas Ujang.

(*)