Polisi Dirikan Posko Pengungsian di SMK Kota Tinggi Malunda

0
140

Mapos, Majene – Pasca gempa yang mengguncang wilayah Majene dan sekitar pada siang kemarin dengan skala 5,9 sebanyak dua kali, membuat masyarakat panik dan memilih mengungsi ketempat ketinggian.

Untuk wilayah Majene, daerah yang paling merasakan dampak gempa adalah Kecamatan Malunda. Menurut informasi banyak rumah yang roboh yang disertai dengan longsor.

Olehnya itu, Kepolisian membangun posko pengungsian di Desa Sulai tepatnya di SMK Kota Tinggi yang didirikan oleh Satuan Brimob Polda Sulbar bersama Polsek Malunda sebagai tempat istirahat para warga yang mengungsi, Jumat 00.30 Wita dini hari.

https://mamujupos.com/wp-content/uploads/2021/02/IMG-20210212-WA0059.jpg

Pembangunan posko pengungsian alam ini diharapkan agar masyarakat dapat beristirahat dan berteduh dari panas matahari maupun hujan.

Belum lama didirikannya posko pengungsian terjadi gempa susulan sekitar pukul 02.30 Wita dengan skala gempa lebih besar yaitu berkekuatan 6,2 SR, sehingga membuat situasi semakin panik.

Untungnya pihak Kepolisian cepat mengambil langkah untuk menenangkan situasi dengan membantu proses evakuasi dan menghimbau masyarakat tetap tenang dan tidak panik.

Sementara itu, bantuan lainnya seperti makanan dan pakaian juga disalurkan ke posko pengungsian. Wakapolres Majene Kompol Jupri juga turun langsung ke lokasi pengungsian untuk mengendalikan situasi.

Informasi terkini di lapangan saat ini tercatat 3 Korban jiwa dan 24 korban luka yang dirawat di puskesmas sementara ribuan warga masih mengungsi.

(*)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.