Personil Polres Matra Jalani Tes Psikologi Sebelum Diberikan Senjata Api

Gambar Personil Polres Matra Jalani Tes Psikologi Sebelum Diberikan Senjata Api

Mapos, Pasangkayu – Personil Polres Mamuju Utara (Matra) Polda Sulbar yang akan mengajukan memegang senjata api dalam bertugas serta perwira yang memiliki jabatan, harus melakukan test psikologi.

Test psikologi maping dilaksanakan oleh Polda Sulbar di ruangan Aula Wirasatya 69 Polres Mamuju Utara.

Test psikologi ini diikuti 67 anggota Polres dan jajaran pada Kamis (28/03/2019).

Menurut Kabag Sumda Polres Matra Kompol Muhammad Imbar Bakri S.Pd, Sh.Mh bahwa pelaksanaan test psikologi ini diikuti oleh Perwira dan Bintara Polres Mamuju utara dan jajaran yang menduduki jabatan sebagai kabag, kasat, kapolsek dan kanit serta bintara yang bertugas dibidang Opsnal atau lapangan.

“Lewat Test Psikologi akan diketahui kemampuan personel Polres Matra dalam mengendalikan diri saat memegang senjata. Hasil Test Psikologi sendiri akan bisa dilihat dalam kurun waktu dua minggu kedepan,” ujarnya.

Kasubbag Psipers Bagpsi Ro Sdm Polda Sulbar Kompol Fitriadi Asnawi S.Ik,M.Ik didampingi Oleh Ps. Paur Subbagpsipol Bagpsi Ro SDM Polda Sulbar, Ipda Dedy Afrijal M.Psi, Psikologi menyampaikan kepada semua personil agar saat mengerjakan soal psiko ini diharapkan agar konsentrasi dan tenang serta menyimak dengan baik segala bentuk pertanyaan yang disajikan.

“Nantinya, setelah test dilaksanakan maka pihak SDM Polda Sulbar bisa mengetahui hasil test dan menyimpulkan personil bintara dan perwira mana saja yang berhak memegang senpi di kepolisian Polres Mamuju Utara,” katanya.

Ditempat yang sama, sebelum test psikologi maping dilaksanakan, Kapolres Matra AKBP Made Ary Pradana menyampaikan bahwa Setelah dilaksanakannya pemeriksaan psikologi hari ini, agar Propam selalu aktif untuk melakukan pemeriksaan terhadap personil yang masih memegang senjata api yang kartunya telah mati untuk segera ditertibkan dan ditarik

“Saya perintahkan Propam untuk aktif melakukan Pemeriksaan terhadap personil yang masih memegang senjata api namun sudah mati kartunya agar ditertibkan dan senjatanya ditarik,” pungkas Ary.

Ary menambahkan, bagi personil yang lulus pemeriksaan psikologi, kedepan agar memperbaharui kembali kartunya.

“Ini lakukan untuk menjaga hal-hal yang tidak diinginkan pada saat memegang senjata api. Walaupun kita benar kalau tidak memiliki atau mengantongi surat senjata api maka kita tetap salah,” kunci Ary.

(usman)

Baca Juga