Peringati HJM ke 476, Bupati Majene Tegaskan Tetap Terapkan Prokes Ketat

0
80

Mapos, Majene — Sebagai agenda tahunan di Kabupaten Majene, Provinsi Sulbar, acara peringatan Hari Jadi Majene (HJM) selalu dirayakan secara meriah, namun karena pandemi Covid-19 tengah melanda negeri sehingga acara dilaksanakan dengan sederhana dan menggunakan protokol kesehatan yang sangat ketat.

Terlihat kedua MC di panggung acara di Rumah Jabatan Bupati Majene pada Minggu (15/8/2021) juga tak henti-hentinya menyebut agar hadirin mengatur jarak dan menggunakan masker secara baik dan benar.

“Mari kita patuhi prokes dengan mengatur jarak dan gunakan masker sesuai yang dinstruksikan pemerintah dan penegasan Bupati Majene. Kami saja berdua di sini (di panggung) mengatur jarak,” ujar MC yang tak lain ialah Kasubag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Sekretariat Daerah Kabupaten Majene, Sufyan Ilbas.

https://mamujupos.com/wp-content/uploads/2021/02/IMG-20210212-WA0059.jpg

Dalam kegiatan itu, salah satu ritual budaya yang selalu ditampilkan saat perayaan Hari Jadi Majene adalah Massosor Manurung atau pencucian benda-benda pusaka.

Tiap tahun, masing-masing kerajaan yang di Majene sebelumnya diberi kesempatan menunjukkan ritual. Selain untuk melestarikan kebudayaan, prosesi ritual tersebut semakin meneguhkan Majene sebagai kota tua yang penuh dengan kekayaan budaya Mandar.

Agenda acara Massosor Manurung dillsanakm setelah rapat Paripurna DPRD dengan ritual Mambase Piso’ (Mencuci Parang) yang menjadi kebudayaan khas dari Kecamatan Ulumanda. Ritual tersebut dipimpin langsung oleh to Makaka Ulumanda atau ketua adat beserta delapan orang lainnya.

Dari sinopsis yang dibacakan, ritual tersebut dimaksudkan untuk mendapat keberkahan dari setiap kegiatan pembukaan lahan di sektor pertanian. Hal tersebut sangat sesuai dengan karakteristik dan potensi yang dimiliki Majene, dimana pertanian menjadi sektor unggulan hingga kini.

Oleh Bupati Majene Andi Achamd Syukri menilai setiap peragaan Mambase Piso tersebut sangat sarat dengan makna, sehingga ia berharap setiap kebudayaan yang ada di Majene bisa tetap dllestarikan, dijaga untuk menjadi kekayaan budaya yang sangat berharga. “Semua gerak ritualnya memiliki makna, patut kita lestarikan dan dijaga,” ujarnya.

Turut hadir Wakil Bupati Majene, Arismunandar, Kapolres Majene AKBP Febryanto Siagian, Mara’dia, Anggota DPRD, Asisten Setda Majene, para Pimpinan Opd dan Camat.

(*)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.