Penerima Bantuan Stimulus UMKM Berdasarkan Data Base 2018-2019

  • 2 Jul 2020
  • Majene
  • R Fajar Soenoe
  • 717
Gambar Penerima Bantuan Stimulus UMKM Berdasarkan Data Base 2018-2019

Mapos, Majene — Berbagai kalangan menilai, Bantuan Stimulus Modal Usaha kepada pelaku UMKM banyak yang tidak kebagian.

Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Kooperasi, Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Majene, Busri Kamedi mengatakan penerima manfaat ialah yang terdata dalam data base 2018-2019.

“Dana yang pemerintah siapkan berkisar Rp1,185 miliar. Dengan jumlah tersebut tidak mencukupi untuk didistribusikan kepada seluruh pelaku usaha khususnya UMKM yang ada di Majene. Apalagi sejak adanya refocusing anggaran untuk penanganan Covid 19, maka secara otomatis ikut berdampak pada program tersebut karena mengalami pemotongan,” ungkap Busri saat mewakili Bupati Majene dalam menyalurkan bantuan
Stimulus UMKM di Kecamatan Tubo, Ulumanda dan Malunda, Kamis (02/07/2020).

Dikatakan, BLT dan Stimulus UMKM peruntukannya berbeda. BLT dipergunakan untuk membiayai kebutuhan dasar khususnya pangan. Kalau Stimulus UMKM digunakan untuk modal usaha, sehingga diharapkan bantuan tersebut dipergunakan sesuai peruntukannya.

Ia menyebut, kelengkapan data penerima manfaat pada kegiatan salur tahap pertama masih diberi kelonggaran, namun untuk tahap akhir akan diawasi oleh Inspektorat, Kejaksaan, Polres, BPK dan BPKP.

“Harus digunakan untuk modal usaha, karena ini bersumber dari APBD, maka akan diawasi oleh lembaga terkait,“ ucapnya.

Sementara itu, Inspektur Inspektorat Kabupaten Majene, Abdul Rahim menegaskan, pengawasan terhadap setiap bantuan kepada masyarakat kedepan akan diperketat.

“Hal tersebut sesuai peraturan No 12 tahun 2017, dimana kepala daerah dibantu pengawas internal harus mengawasi penyelengaraan pemerintahan termasuk di desa. Pengawasan tersebut bukan hanya Inspektorat tapi juga pengawasan eksternal. Sekalipun dalam kondisi Covid 19, semua pertanggung jawaban program kegiatan harus mengacu pada aturan, termasuk penerima manfaat harus memahmi segala aturan dan petujuk tentang kegiatan,“ ungkapnya.

Lebih jauh kata dia, pihaknya bukan untuk menakut nakuti, tapi lebih ke arah mengingatkan dan menjalankan fungsi pencegahan.

Mantan Kabag Humas Setda Majene itu juga menghimbau, agar penerima manfaat dalam membelanjakan bantuan yang diberikan sesuai petunjuk teknis.

“Simpan nota pembelian barang yang akan dijual sehingga saat ada pemeriksa bisa ditunjukan,” tandasnya.

(*)