Pemkab Majene Beri Lahan 30 Hektar untuk Perluasan Unsulbar

  • 20 Apr 2020
  • Majene
  • R Fajar Soenoe
  • 508
Gambar Pemkab Majene Beri Lahan 30 Hektar untuk Perluasan Unsulbar

Mapos, Majene — Melihat pembangunan sudah mulai berjalan di Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) belakangan ini, Pemerintah Daerah Kabupaten Majene melalui Bupati Majene Fahmi Massiara tidak akan menutup mata.

“Kami sangat bersyukur karena pembangunan di Unsulbar sudah berjalan dan sesuai aturan yang berlaku. Kami tidak akan menutup mata terhadap Unsulbar. Bila sudah nampak pembangunannya, tentu pihak Pemda akan membantu pengadaan pembebasan lahan. Karena selama ini belum ada kegiatan pembangunan, kami sudah berikan lahan seluas 30 hektare,” ungkap Fahmi Massiara dalam acara Peletakan Batu Pertama Pembangunan Laboratorium Terpadu Universitas Sulawesi Barat, Senin (20/04/2020) di Kampus Unsulbar Para Parang, Majene.

Dikatakan, pihaknya sangat mengapreseasi dan sekaligus bangga karena mulai hari ini akan dibangun pembangunan infrstruktur di Unsulbar.

“Jika Pembangunan Laboratorium ini sudah selesai, maka pemerintah pusat akan memberikan perhatian penuh nantinya,” kata Fahmi.

Ia mengaku, beberapa waktu lalu pihaknya telah membahas soal perluasan area bersama pihak rektorat Unsulbar.

“Makanya kami bersama wakil Rektor datang kesini untuk meninjau dan bermaksud melakukan pembebasan lahan. Kami sudah menganggarkan untuk masuk di APBD 2020, namun karena adanya ketentuan dari Menkeu maka semua kegiatan pembiayaan ditarik kembali ke negara,” ungkap Fahmi.

Menurut dia, Pemkab Majene saat ini tengah melakukan penyesuaian anggaran akibat situasi yang sudah tidak memungkinkan, termasuk dalam APBD semua merosot sangat jauh.

“Yang justru timbul adalah banyaknya pembiayaan sosial kemanusiaan yang harus dikeluarkan secara tunai kepada warga yang terkena dampak Covid-19,” aku Fahmi.

Dia berharap agar pembangunan Unsulbar terus berjalan dan menopang Kabupaten Majene sebagai ikon Kota Pendidikan di Sulbar.

“Kita selalu berihtiar dengan baik, semoga pembangunan Unsulbar ini akan terus bertambah dari tahun ke tahun,” pangkasnya.

Sementara Rektor Unsulbar, Akhsan Jalaluddin mengatakan, acara peletakan batu pertama Pembangunan Laboratorium Terpadu Unsulbar sengaja didesign sesuai protokol kesehatan ditengah wabah Covid-19.

Akhsan Jalaluddin mengaku, bangunan Labrotorium Terpadu yang akan dibangun adalah bangunan pertama yang akan dibangun dengan sangat strategis.

“Karena bangunan perkuliahan yang sedianya dibangun sudah dua kali gagal dalam pelelangan dan saya sudah laporkan ke menteri, gubernur, Kapolda dan Kajati untuk menjadi perhatian, karena ruangan perkuliahan sangat kami butuhkan,” ungkap Akhsan.

Bangunan ini juga kata dia, akan diperuntukan bagi mahasiswa difable, lengkap dengan sarana pendukungnya.

“Kami berharap, kiranya Pak. Bupati yang akan meletakkan batu pertama pembangunan gedung ini, sebagai bukti bahwa Pak Bupatilah yang pertama kali meletakkan batu pertama di pembangunan laboratorium ini,” pinta Akhsan dan menambahkan selanjutnya akan turut dibangun gedung auditorium sebagai tempat wisuda nantinya karena selama ini yang digunakan adalah Aula Masjid Ilaikal Mashir.

Diketahui, Pembangunan Laboratorium Terpadu Unsulbar menelan biaya sebesar Rp40 miliar dan dilaksanakan oleh PT Pratama Godean Jaya dengan waktu pelaksanaan selama 210 hari kalender.

(*)