Pembobol Indomaret di Rangas Majene Berguru Buka Gembok Lewat Youtube

  • 9 Mar 2020
  • Hukum
  • R Fajar Soenoe
  • 1082
Gambar Pembobol Indomaret di Rangas Majene Berguru Buka Gembok Lewat Youtube

Mapos, Majene — Berdasarkan pengembangan penyidikan yang dilakukan oleh Polisi terungkap, bahwa pembobol Toko Waralaba Indomaret di Lingkugan Rangas Timur, Kelurahan Rangas, Kecamatan Banggae dalam melakukan aksinya berguru melalui youtube.

Saat release di Mapolres Majene, Senin (09/03/2020) Kapolres Majene AKBP Irawan Banuaji didampingi Kapolsek Banggae AKP Syukri mengatakan, pihaknya sudah menetapkan 3 orang tersangka atas peristiwa pencurian dengan pemberatan itu.

Menurut Irawan Banuaji, ketiga tersangka masing-masing M Ris (20) pekerjaan tidak ada, alamat Lingkungan Rangas Timur, Kelurahan Rangas Kecamatan Banggae, Ris (19) pekerjaan mahasiswa, alamat Dusun Panggaloang Dese Mosso, Kecamatan Balanipa, Kabupaten Polman dan AI (17) pelajar, alamat Jalan Martadinata, Lingkungan Tambayako Kelurahan Simboro, Kecamatan Simboro Kabupaten Mamuju disangka melakukan tindak pidana pencurian dengan pemberatan pada empat lokasi berbeda.

“AI tidak ditahan karena masih dibawah umur,” sebut Irawan Banuaji.

Ketiga tersangka dalam melakukan akasinya mempunyai peran berbeda.

M Ris berperan merusak dengan cara membakar gembok dan masuk mangambil barang atau mengeksekusi barang curian serta merencanakan sasaran.

Rus barperan masuk keda!arn untuk mengambil barang dan manyiapkan alat yang digunakan serta tempat kosnya dijadikan tempat kumpul untuk merencanakan pencurian.

Sedangkan AI berperan merusak gembok dengan cara mencungkil menggunakan obeng dan berjaga diluar obyek.

Lebih jauh Irawan Banuaji menyebut, sebelum melakukan pencurian secara bersama-sama, para tersangka terlebih dahulu merencanakan sehari sebelumnya dimana tempat yang akan dicuri.

“Sasarannya toko-toko besar. Malam selanjutnya berkumpul disalah satu tempat kost tersangka dan menyiapkan alat-alat yang akan mereka gunakan. Satelah pukul 24.00 Wita, para tersangka kemudian menuju sasaran. Setelah situasi aman, mereka lalu beraksi dengan cara merusak gembok menggunakan obeng yang sudah dimodifikasi atau kunci T. Setelah berhasil menjarah, mereka kemudian kembali berkumpul di tempat semula dan membagi hasil curiannya. Dia mengaku kalau membuat obeng yang dimodifikasi atau kunci T dipelajari melalui youtube,” ungkap Kapolres Majene AKBP Irawan Banuaji.

Dihadapan polisi, tersangka mengaku mencuri dua buah laptop dan satu buah kamera digital di SD Negeri 20 Rangas pada Senin 12 Desember 2019.

“Mencuri di Indomaret Rangas pada Senin 2 Maret 2020 dan mengambil uang Rp1,4 juta, 51 slot rokok berbagai jenis. Mencuri di Toko Mira Sentosa pada Selasa 18 Februari 2020 dan mengambil uang Rp12 juta serta 14 slot rokok berbagai jenis, mencuri di Toko Al Farizi dan berhasil menggondol uang tunai Rp50 juta. Selain 3 TKP yang ditangani Polsek Banggae, tersangka juga melakukan pencurian di enam TKP lainnya, dimana satu TKP dilapor ke Polres Majene sedangkan lima lainnya oleh korban tidak melaporkan,” ungkap Irawan Banuaji.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, kini tersangka mendekam di sel tahanan Polres Majene dan diancam kurungan penjara diatas lima tahun.

(ipunk)