Pansus DPRD Polman Kunjungan ke Tim Gugus Tugas Covid-19 Majene

Gambar Pansus DPRD Polman Kunjungan ke Tim Gugus Tugas Covid-19 Majene

Mapos, Majene — Untuk lebih mengetahui kinerja Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Majene, ketua dan anggota Panitia Khusus (Pansus) Covid 19 DPRD Kabupaten Polman melakukan kunjungan ke Kabupaten Majene, Senin (5/05/2020) di Ruang Rapat Wakil Bupati Majene.

Bupati Majene Fahmi Massiara selaku ketua gugus tugas didampingi para anggota tim gugus tugas lainnya, yaitu Kepala BPBD, Ilhamsyah, Kepala BKAD, Kasman Kabil, Kadis Kesehatan, Rakhmat Malik, dan Kadis Sosial, Jafar menerima kunjungan Pansus DPRD Polman yaitu Agus Pranoto, Rahmat Ichwan Bactiar, Abdul Manaf Idroes, H Suardi Rusnaedy, Muhammad Said Sidar dan Hj Bungarannaa, sekitar pukul 11.30 Wita.

Ketua Pansus Covid-19 DPRD Polman, Agus Pranoto mengatakan, kedatangannya ke Kabupaten Majene lantaran pihaknya ingin mendapat infromasi terkait penanganan Covid-19 khususnya untuk tiga poin, yaitu kesehatan, sosial dan ekonomi.

Dikatakan, meski Pemkab Polman telah merancang refocusing anggaran penanganan covid-19 di APBD, namun mereka belum menerima poin-poin atau rencana anggaran secara tertulis.

“Tidak ada secara terlulis yang diberikan kepada kami, sehingga kedatangan kami kesini untuk belajar dan memahami seperti apa peran Dinsos, dan OPD terkait,” katanya.

Bahkan, kata Pranoto pihaknya juga belum mengetahui alasan mengapa anggaran dana desa belum dicairkan, sehingga Ia memanggil OPD terkait namun alasannya, persoalan administrasi.

Menanggapi hal itu, Kepala BKAD Majene Kasman Kabil mengatakan, justru Kabupaten Polman, Mamasa dan Pemprov Sulbar yang tidak cepat mencatat catatan dari Kementerian Keuangan RI terkait rancangan recofussing anggaran.

Majene bersama empat kabupaten lainya mendapat teguran melihatt nilai anggaran yang dipangkas belum sesuai ketentuan.

“Pasalnya, pemotongan anggaran tersebut tetap melihat mempertimbangkan berbagai aspek, mulai dari PAD yang tidak sesuai target, adanya kegiatan yang telah berjalan apalagi Majene direncanakan menggelar Pilkada 2020,” kata Kasman.

Kasman lebih jauh menyampaikan, meski tidak ada Pansus Covid-19 yang terbentuk di Majene, namun setiap penyusunan rancanagan anggaran pihaknya tetap menyurat ke DPRD untuk dibahas bersama.

“Tidak ada pansus tapi langsung gabungan komisi, kami selalu bersurat supaya tidak kaget, dan ada kesepahaman terkait refocusing,” terangnya.

Pada kesempatan sama, anggota Pansus Covid -19 DPRD Polman lainnya, Said Sidar mengaku terkesan dengan penanagan covid-19 di Majene.

Majene dianggap jauh lebih siap terutama saat memasuki wilayah perbatasan, semua kendaraan harus berhenti dan discrening.

Termasuk saat kasus 01 positif corona asal Majene, yang telah dinyatakan sembuh dan hingga kini belum ada penambahan pasien postif.

Ia juga mengapresiasi Pemkab Majene karena diterima langsung oleh Bupati Majene.

“Mungkin kalau di kabupaten lain bukan Bupati yang menerima kita,” ucap Said.

Ia menambahkan, hingga saat ini ADD desa di Polman belum cair, sementara Majene dari 62 Desa sisa 7 desa yang belum.

“Kok, Polman bisa lolos, indikatornya apa? Bahkan kami sudah panggil kadis terkait, tapi tidak hadir. Majene ini betul – betul sudah siap, “ pujinya.

Sementara itu Bupati Majene Fahmi Massiara mengatakan, eksekutif, legislatif bahkan Forkopimda semuanya harus menjalin sinergitas.

“Termasuk tim gugus kecil, baik di tingkat kelurahan/desa dan dusun sehingga penanagan covid-19 bisa berjalan baik,” aku Fahmi.

Ia juga mengapresiasi kunjungan pansus tersebut karena katanya, masing –masing daerah bisa saling mengisi dan bertukar pandangan terkait penanganan covid-19.

“Belum tentu kita juga ini, tidak butuh masukan, saling mengisi dan bertukar pandangan terkait penanganan covid 19,” pungkasnya.

(*)

Baca Juga