Panen Perdana di Lahan Kantor Rutan Kelas IIB Majene

0
259

Mapos, Majene¬†— Menunjang sektor pertanian dan peternakan, pihak Rutan Kelas IIB Majene memanfaatkan lahan dari hibah¬† pemerintah setempat untuk difungsikan sementara sebagai lahan pertanian dan peternakan pada program pembinaan dan kemandirian warga binaannya.

Lahan di Lingkungan Mangge Kelurahan Totoli, Kecamatan Banggae itu ditanami sayuran dan ternak kambing.

Dirilis oleh Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Sekretariat  Daerah Kabupaten Majene, Selasa (22/12/2020), pihak Rutan Majene melakukan panen perdana dan sekaligus mengukuhkan Pengurus Kelompok Tani Antrabez milik Rutan Majene.

https://mamujupos.com/wp-content/uploads/2021/02/IMG-20210212-WA0059.jpg

Hadir dalam kegiatan Plt Bupati Majene, Lukman Nurman, Kepala Rutan Kelas II B Majene, Rasbil, Kadis Pertanian Perkebunan Majene, Burhan Spt, Kadis Perkimtan Majene, Unsur TNI dari Kompi 721, mewakili Camat Banggae, Lurah Totoli, Nadjib Muhdar dan undangan lainnya.

Rasbil dalam laporannya mengatakan, pihak Rutan menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Majene yang telah menghibahkan lahan untuk pembangunan Kantor Rutan yang saat ini tengah melangsungkan panen perdana.

“Kami sangat mengharapkan dukungan dari Pemkab Majene beserta leading sektor lainnya supaya kami dapat memanfaatkan fasilitas yang ada,” ucapnya.

Kegiatan yang dilaksanakan hari ini kata dia merupakan perdana bagi Rutan meskipun dalam suasana pandemi Covid19. “Dimana kegiatan ini akan menjadi ajang silaturrahmi disamping itu kita juga dapat menikmati hasil pertanian yang dikelola oleh warga binaan,” sebut Rasbil.

Selain itu, lanjut dia, akan menjadi wadah bagi warga binaan bagaimana mengolah lahan tidur menjadi lahan produktif, dimana lahan yang ada akan digunakan sebagai area gedung asimilisasi sambil menunggu proses administrasi dan legilitas lahan, sehingga untuk sementara digunakan sebagai lahan pertanian produktif, yang ditanami jagung dan sayur sayuran dan sebagai tempat mengembangbiakkan bibit kambing.

“Selanjutnya kami mengharapkan kepada Pemerintah Kabupaten Majene agar juga memperhatikan akses jalan dan penerangan menuju lokasi yang ada seluas 3,5 Ha,” tandasnya.

Sementara itu, Plt Bupati Majene, Lukman Nurman mengatakan, pihaknya merasakan sesuatu yang beda pada acara tersebut. “Biasa kita dengar istilah layu sebelum berkembang, namun disini justru berkembang sebelum kita memulai. Kenapa saya katakan demikian karena lahan ini dipersiapkan untuk pembangunan gedung Rutan Majene, tetapi oleh pihak Rutan Majene telah melakukan akselerasi dan inovasi mengembangkan lahan ini,” sebut Lukman.

Katanya, kegiatan yang dilakukan oleh Rutan Majene bersama warga binaannya akan menjadi motivasi tersendiri bagi warga lokal, dimana Rutan Majene telah mampu membuat lahan tidur dan menganggur menjadi lahan produktif.

“Sesaat lagi kita panen jagung, saya sempat tanya ke Kadis Pertanian terkait harga jual jagung kering, katanya sekitar Rp3.200 / kg, bila tidak ada tempat pemasarannnya, maka saya bersedia membeli perdana jagung hasil panen hari ini. Harapan saya tidak boleh ada hasil petani yang tidak laku terjual, karena akan memundurkan dan mengurangi semangat petani dalam bercocok tanam,” ungkap Lukman.
<span;>Dia berharap supaya Kepada Dinas Pertanian tetap memperhatikan komunitas petani yang memilki etos kerja seperti ini dan semangat dari pimpinannya.

“Terkait penerangan jalan, selaku Plt Bupati saya siap fasilitasi dengan pihak PLN Majene untuk dapat dibuatkan jaringan masuk ke lokasi ini, Insyaa Allah sebelum berakhirnya periode kerja Fahmi Lukman, listrik akan masuk kesini, dan kepada pemerintah kelurahan dan kecamatan supaya dapat memprioritaskan usulan di Musrenbang berupa pembangunan rabat beton untuk akses jalan ke lokasi ini,” pungkas Lukman.

(*)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.