Ny Patmawati Fahmi: Majene adalah Rumah Saya

  • 15 Okt 2020
  • Majene
  • R Fajar Soenoe
  • 581
Gambar Ny Patmawati Fahmi: Majene adalah Rumah Saya

Mapos, Majene — Menyemangati para kader PKK di Kabupaten Majene, Ny Patmawati Fahmi berucap bahwa dirinya tidak akan meninggalkan Bumi Assamalewuang atau Kabupaten Majene.

“Saya tidak akan pernah tinggalkan Bumi Assamalewuang karena kalau saya tinggalkan berarti saya menghianati mediang suami saya. Saya sudah bersumpah bahwa saya tidak akan pernah meninggalkan Majene,” akunya di hadapan puluhan kader PKK yang tergabung dalam Tim Penggerak PKK Kabupaten Majene.

Penyataan Ny Patmawati Fahmi ini mendapat tanggapan haru dari semua yang hadir. Betapa tidak, karena Ny Patmawati Fahmi tidak lagi mengetuai TP PKK Kabupaten Majene setelah wafatnya Bupati Majene Fahmi Massiara.

Dalam acara silaturrahmi antar pengurus TIm Penggerak PKK Kabupaten Majene di Pendopo Rumah Jabatan Bupati Majene, Kamis (15/10/2020), Patmawati Fahmi menyebut, dalam sakitnya, almarhum Fahmi Massiara meminta agar dirinya dan anak-anak selalu bersama.

“Ada permintaan almarhum Fahmi Massiara yang menyebut bahwa almarhum ingin tetap bersama ibu dan anak-anak. Mungkin itu sebuah pertanda bahwa beliau akan meninggalkan kami. Termasuk meminta untuk dikebumikan di Kelurahan Lembang namun karena permintaan keluarga besar sehingga almarhum dimakamkan di Masjid Raudhatul Abidin Saleppa,” sebut Ny Patmawati Fahmi mengenang almarhum Fahmi Massiara.

Meski pun tidak lagi sebagai ketua TP PKK Kabupaten Majene, namun ia minta kepada seluruh kader agar silaturrahmi tetap terjaga.

“Meski saya sudah bukan jadi pengurus PKK, kalau ada kader yang mempunyai hajat silakan undang saya, Insya Allah saya akan hadir karena PKK adalah memperkokoh silaturrahmi,” ucapnya.

Ia juga menyebut bahwa pihaknya sudah menyampaikan ke Bawaslu terkait organisasi PKK merupakan organisasi terstruktur.

“Dan saya tekankan bahwa PKK tidak terjun secara kangsung ke politik. Sejak saya memimpin PKK di Kabupaten Majene tidak pernah sekalipun saya menggiring ketua-ketua Pokja dan kader PKK lainnya untuk berpolitik,” akunya.

“Kalau ada silakan lapor ke Bawaslu. Meski dia orang kepercayaan saya, saya tidak pernah arahkan ke politik. Tidak ada satupun saya suruh ke rumah saya di Battayang untuk mengarahkan ke politik. Saya sangat memahami bahwa PKK tidak boleh dibawa ke jalur politik,” tambahnya.

Dia juga mengaku bahwa anggota PKK yang hadir dalam acara itu punya pilihan politik berbeda.

“Saya sangat menghargai pilihan politik masing-masing anggota PKK. Silakan saja karena begitulah demokrasi. Namun, jangan putuskan silaturrahmi hanya karena berbeda pilihan,” ungkap Ny Patmawati Fahmi.

Akhirnya, ia pamit dan memohon agar pada tanggal 6 Desember 2020 mendatang supaya seluruh kader PKK mendukung Ny Lukman dalam memimpin TP PKK Kabupaten Majene hingga berakhir masa jabatan Lukman Nurman pada 21 Juni 2020.

(ipunk)