Nasib 1000 Guru Honorer di Matra Masih Terkatung-katung

IMG_20171125_132154
Ribuan Guru Honorer Menggelar Aksi di depan Kantor Bupati Mamuju Utara.

 

Mapos, Matra – Puluhan guru tenaga honorer di Kabupaten Mamuju Utara (Matra) menggelar aksi demo di depan kantor Bupati Mamuju Utara usai mengikuti upacara peringatan Hari Guru Nasional. Sabtu (25/11/2017).

Mereka menuntut agar Bupati segera menerbitkan SK pengangkatan guru honorer.

Mereka mengaku, selama mereka mengabdi hanya di bayarkan Rp150 ribu per bulan, bila diratakan perhari hanya lima ribu rupiah hingga Rp10. 000 ribu per jam.

Mereka juga mengaku dibayarkan per tiga bulan sekali, itupun dibayarkan menggunakan dana BOS.

Mirisnya lagi, selama berorasi tak satupun para pejabat di Matra yang ingin menemui dan menerima aspirasi mereka.

Ditemui usai aksi, perwakilan guru honorer Hajar mengatakan, aksi yang digelar para guru honorer untuk meminta kepada Bupati Mamuju Utara Agus Ambo Djiwa agar segera menerbitkan SK pengangkatan guru honorer sesuai yang di janjikan Bupati.

“Di Hari Guru Nasional ini, kami menggelar aksi untuk mengingatkan kembali kepada Bupati Matra agar segera menerbitkan SK pengangkatan guru honorer sebanyak 1000 orang sesuai dengan janji beliau, ” terang Hajar.

Ditemui terpisah, Bupati Mamuju Utara, Agus Ambo Djiwa mengatakan, Pemkab Matra sampai sekarang masih menunggu petunjuk dari pusat terkait penerbitan SK Kabupaten bagi guru honorer.

“Semua masih dalam proses verifikasi disebabkan masih banyaknya guru honorer yang tidak memenuhi standar verifikasi,” tutur Agus Ambo Djiwa.

Perlu diketahui, kurang lebih 1000 orang tenaga guru honorer di Kabupaten Mamuju Utara hingga saat ini masih terkatung-katung menunggu SK pengangkatan.

(Joni)

error: Maaf... ! Web ini di Protek yaaa...