Mapos, Mamuju — Mulai tanggal 17 April 2024, Partai Demokrat membuka pendafaran bakal calon Kepala Daerah. Pengambilan dan pengembalian formulir semuanya terpusat di sekretariat DPD Partai Demokrat Sulbar.
Ketua Tim Penjaringan Abd Wahab Abdi, mengatakan, pendaftaran ini terbuka untuk umum. Baik kader demokrat maupun non kader.
“Ketua DPD Partai Demokrat, Suhardi Duka, membuka ruang seluas-luasnya bagi masyarakat untuk mendaftar. Terbuka secara luas dan transparan,” katanya saat konferensi pers di hotel Maleo, Minggu (14/04/2024).
Terkait pencalonan Suhardi Duka (SDK) sebagai balon Gubernur Sulbar, Wahab mengaku belum bisa memastikan hingga SDK mendaftarkan dirinya.
“Tidak ada perlakukan khusus, hingga pak SDK pun harus mendaftar jika ingin maju di Pilgub Sulbar. Ini membuktikan bahwa Partai Demokrat terbuka dan profesional,” katanya.
Diungkapkan, SDK sudah mengantongi Surat Tugas untuk maju di Pilgub Sulbar dari DPP Partai Demokrat. Namun sesuai mekanisme, dia pun tetap harus mendaftarkan dirinya ke panitia Penjaringan di sekretariat Partai Demokrat Sulbar.
“Untuk balon Bupati dan Wakil Bupati, kami serahkan ke masing-masing DPC. Namun yang pasti, untuk Mamuju dan Majene sudah tidak membuka pendaftaran, kecuali di Mateng. Dan untuk Mamasa, Polman dan Pasangkayu, Partai Demokrat siap berkoalisi,” tuturnya.
Ditempat yang sama, Ketua Bappilu Partai Demokrat Sukri Umar menambahkan bahwa seluruh kader terbuka opsi untuk mendaftar. Baik sebagai calon Gubernu aatau Wakil Gubernur. Demikian juga untuk non kader.
“Sebagai kader, tentu berharap SDK maju. Tapi tetap tidak menutup peluang non kader untuk mendaftar. Ini bentuk penghargaan partai. Jadi komunikasi tetap terukur, fair dan terbuka,” katanya.
Ketua BPOKK Partai Demokrat Sulbar Firman Argo Waskito, mengatakan, setiap calon yang mendaftar harus siap menggandeng kader Demokrat dan harus siap disurvey.
“Jadi tidak serta merta diputuskan. Hasil survey diharapkan akan melengkapi kekurangan calon, bukan mengecilkan,” katanya.
Anggota tim penjaringan Syamsul Samad, menambahkan, Partai Demokrat siap berkoalisi dengan parpol yang memiliki elektoral bagus di masyarakat. Dan yang paling penting adalah bisa menerima Partai Demokrat.
“Di Mamasa, Polewali dan Pasangkayu tidak dibuka pendaftaran, karena jumlah kursi Partai Demokrat disana kurang. Sehingga kami siap berkoalisi,” katanya.
Sekretaris tim penjaringan Abrar, mengatakan, pengambilan formulir bs diwakili. Tapi pengembaliannya harus langsung calon.
“Karena ada beberapa tahapan yang harus dilalui,” kuncinya.
(*)






