Mewaspadai Transmisi Lokal Covid-19 di Daerah

0
37

Mapos, Majene — Sebahagian masyarakat sudah kurang percaya Covid-19 sehingga kadang abai terhadap virus mematikan itu. Pada hal justru dengan dibukanya pembatasan pergerakan orang lintas kabupaten atau daerah malah membuka ruang bagi virus mematikan ini menginfeksi masyarakat.

“Saya terpapar Covid waktu terakhir ke Majene 2 minggu lalu perasaan saya memang sudah tidak enak sakit kepala dan badan panas dan selalu menggigil makanya tiap hari saya harus mandi air hangat karena tidak tahan dingin,” ungkap Pj Sekda Majene, Masriadi Nadi Atjo setelah dua hari dirawat di Rumah Sakit Regional Mamuju akibat terpapar Covid-19.

Kata dia, dalam kondisi itu ia tetap memaksakan diri masuk kantor dan ikut beberapa rapat dan kegiatan lain karena dia mengira hanya sakit malaria.  “Dan saya di Majene sampe hari Sabtu karena rencana mau ikut acara pak Gubernur, tapi Sabtu itu sudah tidak kuat dan terpaksa pulang ke rumah di Mamuju lebih awal,” tulis Masriadi Nadi Atjo lewat WA messengernya.

https://mamujupos.com/wp-content/uploads/2021/02/IMG-20210212-WA0059.jpg

Dan ketika periksa ke RS Regional Mamuju, lanjut Masriadi Nadi Atjo, hasilnya ia dinyatakan positif Covid-19. “Semoga kita semua tetap bisa menjaga kesehatan dan tetap patuh protokol kesehatan karena saya juga tidak mengetahui di posisi mana saya tertular. Makasih doanya semua,” sebutnya, Sabtu (05/11/2020).

Menanggapi kasus Covid-19 yang menimpa Pj Sekda Majene, Sekretaris Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Majene, Ilhamsyah Dj mengatakan, jumlah terkonfirmasi Positif Covid-19 di Kabupaten Majene per 5 Desember 2020 mencapai 123 orang, dinyatakan sembuh 111 orang dan  meninggal 2 orang.

Katanya, tim sudah sulit mendeteksi pasien karena tidak ada lagi pembatasan pergerakan orang.

“Belakangan, rata-rata penderita tidak ada riwayat perjalanan dari luar daerah. Jadi kami berkesimpulan, terpaparnya pasien bersumber dari transmisi lokal,” ucap Ilhamsyah Dj.

Dia minta kepada masyarakat agar tetap mematuhi standar protokol kesehatan dengan 3M.

Kendatipun demikian, dia mengaku sebab kematian bukan semata-mata Covid-19, tapi ada penyakit lain yang menyertai seperti penyakit jantung, hipertensi dan sebagainya.

“Ya, itu tadi jaga kesehatan dengan olahraga teratur, asupan gizi yang cukup dan seimbang serta berpola hidup sehat,” pungkasnya.

Sementara itu salah seorang eks pasien lain yang pernah terpapar Covid-19 di Mamuju Tengah, El menyebut, sebelum dirinya dinyatakan positif Covid-19, dia tidak pernah melakukan perjalanan keluar daerah.

“Dua bulan terakhir, saya tidak pernah keluar daerah. Hanya kerja saja di kantor. Setelah, pimpinan saya dinyatakan positif Covid-19, kami juga semua pegawai turut di Rapid Test. Hasilnya, 10 orang karyawan dan karyawati dinyatakan positif Covid-19 melalui tes swab,” ungkap El.

Dia mengaku, tidak ada gejala awal yang ditimbulkan kecuali pilek seperti flu biasa. “Hanya saja setelah sepekan, alat perasa di lidah sudah mulai tidak ada dan tidak mencium aroma atau wangi apapun. Itu hanya berlangsung sekitar 2 sampai 3 hari. Setelah itu sudah normal kembali seperti biasa,” sebutnya

Setelah dua pekan dirawat akhirnya hasil swab terakhir, El dan sembilan rekan kerjanya dinyatakan negatif melalui hasil swab dua kali.

Ia berkesimpulan, Covid-19 memang tidak bisa dianggap remeh sebab sudah ada transmisi lokal di daerah.

Data terakhir per tanggal 4 Desember 2020 di Provinsi Sulbar terungkap, kasus Positif COVID-19 bertambah menjadi 22 orang sehingga jumlah kumulatif kasus positif Covid-19 di daerah itu mencapai 1.496 orang.

Sedangkan, pasien positif yang dinyatakan sembuh sebanyak 8 orang, sehingga total sembuh menjadi 1.324 orang dan yang meninggal dunia 22 orang.

Menurut Satgas COVID-19 Sulbar,  provinsi ini masih kategori zona merah.

Juru Bicara Satgas COVID-19 Sulbar, Safaruddin Sanusi menyebut, kurang perhatiannya masyarakat terhadap protokol kesehatan (prokes) di masa pandemi ini sehingga tidak ada penurunan angka terpapar secara siginifikan.

Dia mengingatkan agar masyarakat tetap mengedepankan standar prokes saat beraktivitas dan menjaga kebersihan, serta rajin berolahraga untuk meningkatkan stamina tubuh.

Data terakhir pekan pertama Desember 2020 Covid-19 Sulbar Positif 21 orang yaitu di Mamuju 13 orang, Majene 1 orang, Polman 1 orang Mamuju Tengah 1 orang dan Pasangkayu 5 orang.

Sembuh 8 yaitu di Majene 1 orang, Pasangkayu 2 orang, Mamuju 5 orang dan total Sulbar positif 1.496 orang, sembuh 1.324 orang dan meninggal 22 orang.

(ipunk)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.