Merasa Disudutkan di Medsos, Istri Bupati Majene Ini Angkat Bicara

Gambar Merasa Disudutkan di Medsos, Istri Bupati Majene Ini Angkat Bicara

Mapos, Majene — Merasa tersudutkan dalam berita yang dimuat oleh salah satu media daring dan menjadi bulan-bulanan di sosial media, Fatmawati Fahmi angkat bicara.

Kepada wartawan, Sabtu (10/05/2020), istri Bupati Majene, Fahmi Massiara ini menyebut, sanksi yang diberikan kepada Satpam di RSUD Majene berawal dari aturan yang ditetapkan oleh otorotas rumah sakit untuk tidak boleh ada yang bisa masuk membesuk selama pandemi Covid-19. Kecuali bupati bersama istri, wakil bupati bersama istri dan Forkopimda.

“Waktu itu, ibu mau besuk ibu mantan. Tapi lebih duluan Aris Kalma dan rombongan datang, berikut 4 orang lainnya. Oleh Satpam meloloskan masuk semua. Melihat kehadiran mereka, ibu urungkan niat untuk turun dari mobil. Berselang 15 menit baru ibu turun untuk masuk,” tuturnya.

“Pas ibu masuk, ada beberapa orang pembesuk dihalangi oleh Satpam termasuk ibu. Melihat ada yang diloloskan, keluarga pasien ini kemudian mengamuk sambil pukul-pukul meja. Keluarga pasien ini menilai, tindakan yang diambil oleh Satpam tidak adil. Nah karena keluarga pasien ini marah, akhirnya pihak RS memanggil Satpamnya. Sehingga jatuhlah sanksi yang bersangkutan dirumahkan selama dua minggu,” tambahnya.

Atas dasar itulah sehingga Fatmawati Fahmi angkat bicara karena merasa disudutkan.

“Ini semua fitnah. Hanya secara kebetulan ibu ada di sana,” pungkasnya.

(*)

Baca Juga