Merasa Dianggap Bawahan, Anggota Akan Keluarkan Mosi Tidak Percaya ke Ketua DPRD Mamuju

Gambar Merasa Dianggap Bawahan, Anggota Akan Keluarkan Mosi Tidak Percaya ke Ketua DPRD Mamuju

Mapos, Mamuju – Wakil Ketua DPRD Mamuju Andi Dodi, mengungkapkan, secara kelembagaan, para legislator Mamuju akan rapat untuk melakukan mosi tidak percaya pada Ketua DPRD Mamuju. Pernyataan akan dikirim ke DPD dan DPP

“Setelah prosesi HUT Mamuju ini kami akan gelar rapat seluruh anggota DPRD Mamuju. Sebab kami menilai, lembaga ini seperti OPD. Kami merasa dianggap sebagai bawahan Ketua. 6 fraksi yang ada, dianggap milik Ketua. Ini salah besar,” kata politisi Partai Hanura ini, Selasa (14/07/2020).

Andi Dodi menambahkan, para anggota DPRD Mamuju banyak yang mengeluhkan sikap Ketua DPRD Mamuju, Aswar Anshari Habsi. Ada ketidaksingkronan, sehingga perlu diambil sikap.

“Saya bicara fakta. Ada beberapa pemicu sikap tegas teman-teman anggota DPRD Mamuju. Pertama, ada uang makan minum 6 fraksi, tapi ada 1 fraksi yang sama sekali tidak ada potongannya. Yaitu fraksi Nasdem. Sayangnya saya tidak tahu persis besaran nominalnya,” kata Andi Dodi.

Kedua, gaji pimpinan DPRD itu gajinya kecil. Namun kemudian muncul di DPA anggaran rujab. Ketua sebesar Rp374 juta dan para Wakil Ketua sebesar Rp38 juta.

“Awalnya kami serahkan pada ketua untuk mengatur anggarannya. Sebab ini lembaga yang kolektif kolegial. Tapi faktanya muncul DPA yang terlalu jauh perbedaannya,” ungkap Andi Dodi.

Ketiga, gaji pimpinan dipotong, sedang Ketua tidak ada potongan sama sekali. Keempat, rapat Refokusing.

“Lucunya, saat pembahasan anggaran dengan 32 OPD, tidak pernah dihadiri Ketua. Yang menjengkelkan teman-teman, Ketua ada di ruangannya tapi tidak mau hadir untuk pimpin rapat. Hargai lembaga, jangan pakai gaya OPD. Dianggap kami bawahan anda, itu salah,” tandasnya.

(*)

Baca Juga