Mamasa  

Memprihatinkan, Kondisi Warga Transmigrasi di Mamasa

Mapos, Mamasa – Kehidupan masyarakat yang bermukim di Transmigrasi Rano, Kecamatan Mehalaan Kabupaten Mamasa, Sulbar, amat memiriskan. Hingga kini, masyarakat belum menikmati penerangan listrik, rumah ibadah, pelayanan Kesehatan, bantuan bahan pokok dan cocok tanam, pendidikan Sekolah.

Selain itu, jalan sepanjang 15 kilometer dari transmigrasi ke Kota Mamasa rusak parah, sehingga sulit untuk bisa dilalui kendaraan.

Warga Transmigrasi Rano, Mamasa.

Hal itu diungkapkan Makarios warga di Mamasa kepada wartawan, Kamis (15/2/2018).

Menurutnya, kondisi kehidupan masyarakat Transmigrasi Rano yang memiriskan itu telah berlangsung lama.

Tetapi belum mendapat perhatian pemerintah daerah, meskipun telah berulangkali disampaikan secara lisan maupun tulisan agar pemerintah daerah turun tangan memperbaiki jalan, membangun jaringan listrik, rukah ibadah, pendidikan dan peningkatan ekonomi masyarakat.

“Saya tidak habis pikir, kenapa pemerintah daerah terkesan cuek atau melupakan kondisi masyarakat Transmigrasi Rano yang hidupnya memprihatinkan sejak belasan tahun terakhir”, ucapnya.

Kondisi Sekolah di Transmigrasi Rano, Mamasa.

Menurut Makarios, Transmigrasi Rano dulunya dihuni 50 KK yang umumnya berusaha di sektor perkebunan. Akan tetapi hasil perkebunan belum bisa diandalkan untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan sebagian meninggalkan transmigrasi tersebut karena mereka tidak tahan karena kurangnya perhatian dari pemerintah setempat.

Ia menegaskan, pemerintahan daerah wajib mencurahkan perhatian terhadap masyarakat Transmigrasi Rano, Mamasa.

Mereka butuh sentuhan pembangunan sebagaimana masyarakat lainnya. “Saya prihatin dengan kondisi masyarakat di sana yang belum sepenuhnya menikmati hidup di alam kemerdekaan. Untuk itu, pemerintah daerah harus turun tangan dengan menggulirkan program dan kegiatan pembangunan di daerah itu”, ucapnya.

Berikut Video Masyarakat Transmigrasi Rano, Mamasa

 

(uci)

error: Maaf... ! Web ini di Protek yaaa...