Mafia BBM di SPBU Siapa Dalangnya?

  • 21 Feb 2020
  • Majene
  • R Fajar Soenoe
  • 2735
Gambar Mafia BBM di SPBU Siapa Dalangnya?

Mapos, Majene — Ibarat mata silet, persoalan SPBU di Majene semakin meresahkan. Disatu sisi, masyarakat mengeluhkan banyaknya antrean jerigen, disisi lain pengantre jerigen mengeluhkan adanya pungutan Rp50 ribu perjerigen dari petugas SPBU.

Menurut Ketua Hipmi Kabupaten Majene Irfan Pasewang, Jum’at (21/02/2020) dirinya menerima sejumlah keluhan dari masyarakat nelayan dan pedagang bensin eceran di wilayah SPBU Tammeroddo.

Dalam keluhannya, mereka menyebut, selaku masyarakat nelayan dan pedagang bensin eceran, mereka sangat terbebani dengan pungutan atau diistilahkan “cas” bagi nelayan mencapai Rp50 ribu perjerigen dengan kapasitas antara 25 hingga 30 liter.

Irfan Pasewang minta supaya ada pihak berkompeten mengurai persoalan ini.

Lain pengakuan yang didapatkan oleh salah seorang anggota Aliansi Pemantau Kinerja Aparatur Negara (Apkan) RI, Aco. Ia menyebut, menurut laporan masyarakat kepada pihaknya, di dua SPBU berbeda yakni di SPBU Rangas dan Tammeroddo ditemukan pungutan perjerigen Rp15 ribu perjerigen.

“Tapi, apapun itu pasti sangat membebani masyarakat. Dari mana mereka dapat keuntungan bagi pengecer. Sedangkan nelayan, kan memang hak mereka,” kata Aco.

Dia menduga, ada aparat yang turut bermain dalam pendistribusian BBM di Majene.

Bahkan, lebih jauh Ia menyebut, pihaknya sudah melaporkan dugaan mafia BBM yang diduga diketahui oleh aparat Kepolisian Majene.

“Saya sudah menghadap Pak Wakapolres, karena waktu itu Pak Kapolres tidak ada. Dalam pembicaraan seolah, Pak Wakapolres mengaku bahwa memang ada indikasi kesana, “Tapi Bapak bisa sebutkan siapa anggota yang terlibat?” tanya Wakapolres Majene, Kompol H Jamaluddin seperti ditirukan Aco.

Oleh Aco tak dapat menjawab pertanyaan Wakapolres Majene karena dirinya tidak bisa membuktikan secara nyata.

Lebih jauh dikatakan, sebenarnya tidak ada kewenangan polisi dalam hal pelanggaran SPBU melainkan dalam UU Migas Pasal 53 yang bisa dipermasalahkan oleh Polisi adalah tentang surat angkut.

Tapi, kata dia yang mengherankan kenapa ada pendistribusian BBM keluar dari SPBU dengan mulus jika tidak ada oknum yang turut memuluskan.

“Kalau terus dibiarkan ada mafia migas seperti ini, siapa lagi yang kita mintai perlindungan?” kata Aco.

(Berita masih akan diverifikasi lebih lanjut)

(***)