Layanan PT Taspen Mamuju Dikeluhkan Warga

  • 20 Feb 2020
  • Majene
  • R Fajar Soenoe
  • 502
Gambar Layanan PT Taspen Mamuju Dikeluhkan Warga

Mapos, Majene — Sebagai perusahaan berplat merah, seharusnya PT Taspen bekerja secara profesional dalam melayani masyarakat Indonesia, bukan malah mempersulit.

Salah seorang ahli waris almarhumah Nursani Tani asal Majene bernama Fitrah mengeluh lantaran dirinya merasa dipermainkan oleh PT Taspen beberapa waktu lalu.

Kepada wartawan, Rabu (19/02/2020), Fitrah menceriterakan kronologis ikhwal dirinya di “Ping pong” oleh PT Taspen.

Sebelumnya oleh pihak ahli waris sudah tak lagi menyadari kalau almarhumah ibunya masih memiliki hak atas pensiun janda setelah meninggal dunia beberapa tahun lalu.

“Kami baru tahu setelah pihak PT Taspen menghubungi kami di tahun 2019 dan menanyakan keberadaan ibu kami. Disitulah terungkap bahwa oleh PT Taspen terus melakukan transfer gaji ke rekening almarhumah ibu kami ke BRI Cabang Majene,” ungkap Fitrah.

Setelah mengetahui ikhwal ibunya meninggal, pihak PT Taspen menyarankan kepada ahli waris atau Fitrah untuk mengurus hak almarhumah ibunya dengan melengkapi sejumlah dokumen yang disyaratkan.

Mulai pada saat itu lanjut Fitrah, pihaknya melengkapi berkas sesuai yang diminta oleh PT Taspen.

Setelah berkas semua lengkap, pihak ahli waris kemudian menyerahkan kepada layanan mobil ke PT Taspen yang kala itu berada di Majene.

Usai menyerahkan berkas, lanjut Fitrah, PT Taspen tidak lagi pernah menghubungi dirinya.

“Pada hal, ada nomor telepon yang kami sertakan. Ketika kami konfirmasi, oleh pihak PT Taspen mengatakan, “Silakan menghubungi BRI untuk menanyakan apakah uang gaji yang ditransfer selama ini sudah dikembalikan kepada Taspen,”. Saat itu juga kami ke BRI.

Melalui petugas di BRI pertanggal 28 Januari 2020 dan pihak BRI menyebut bahwa pengembalian dana kepada Taspen dilakukan pada tanggal 10 Januari 2020 dan petugasnya menyuruh saya menghubungi salah seorang staf Taspen bernama Olive,” kata Fitrah.

Melalu telepon, Fitrah kemudian menghubungi Olive.

Hasilnya melalui percakapan telepon, Olive menyebut bahwa “Seandainya sebelum tanggal 30 bapak memberitahukan, maka berkasnya bisa diproses. Karena menurut data yang kami peroleh, ada kesalahan di bagian pelayanan dan dinyatakan error,” kata Olive seperti diceritakan Fitrah.

“Setelah itu, tidak ada lagi konfirmasi lebih lanjut dari Olive. Bahkan, ditelepon tidak mau dia angkat dan di SMS pun tidak ada jawaban,” ungkap Fitrah.

Pada tanggal 5 Februari 2020, dia meminta kepada salah seorang keluarganya untuk mengonfirmasi sejauh mana urusan almarhum ibunya ke Kantor PT Taspen di Mamuju.

Melalui petugas layanan PT Taspen Mamuju bernama Venny menyebut, berkas atas nama Nursani Tani baru akan diproses.

“Kami baru memprosesnya sekarang karena dana yang dikembalikan dari BRI masuk ke Mandiri Taspen dan ditunggu transferan kembali melalui kantor pusat. Tunggu selama 15 hari terhitung mulai sekarang kita tunggu hasilnya. Silakan hubungi nomor layanan kami di 0811 4211 233,” kata Venny dengan nada tidak bersahabat.

Pada hari ini Rabu 19 Februari 2020, pihak keluarga Fitrah mencoba menghubungi nomor yang disarankan oleh PT Taspen, namun lagi-lagi tidak ada kejelasan dari balik telepon.

“Maaf Pak, Venny lagi melayani dan tengah online. Silakan tinggalkan nomor telepon yang bisa dihubungi,” kata petugas layanan PT Taspen di balik telepon.

Ditenangkan dengan menyebut silakan meninggalkan nomor telepon yang bisa dihubungi menurut Fitrah sudah menjadi alasan klasik dari PT Taspen, karena sudah beberapa kali pihaknya memberikan nomor telepon untuk dihubungi namun tak pernah kunjung dilakukan oleh PT Taspen.

Malah, lanjut Fitrah usai menelepon di 0811 4211 233 atau sekitar pukul 12.00 Wita di hari yang sama, nomor telepon itu sudah tidak aktif.

“Keesokan harinya, atau tanggal 20 Februari 2020 telepon yang diberikan juga tidak aktif,” kata Fitrah.

Sehingga dirinya berinisiatif mendatangi Kantor PT Taspen di Mamuju.

Setibanya di Mamuju, Fitrah melihat nampak pelayanan di front office PT Taspen lengang.

“Hanya satu orang yang terlayani waktu itu. Nah, dimana letak kesibukannya,?” tanya Fitrah heran.

Setelah menghadap di meja Venny, Fitrah mendapat penjelasan bahwa pengembalian uang dari Kantor Pusat PT Taspen sejak hari Jum’at pekan lalu.

“Tunggu saja pak. Hari ini kita sudah proses. Hari Senin nanti atau tanggal 24 Februari sudah bisa di cek ke BRI Majene. Atau bagusnya tanggal 25 pagi karena uang duka masuk pada sore tanggal 24,” kata Venny seperti ditirukan Fitrah.

Menanggapi penrnyataan Venny, Fitrah pun sangsi. “Jangan-jangan kita hanya dijanji lagi,” katanya.

Ia minta kepada pihak PT Taspen untuk mengedepankan layanan kepada masyarakat. Apa lagi perusahaan negara ini memang diperuntukkan bagi masyarakat.

Sayangnya, PT Taspen Kantor Cabang Mamuju belum berhasil dihubungi untuk konfirmasi.

(Berita masih akan diverifikasi lebih lanjut)

(***)