Larangan Mudik, Upaya Pemerintah Selamatkan Rakyatnya

0
315

Mamuju – Sejak jauh-jauh hari, pemerintah telah menyatakan bahwa mudik Lebaran tahun ini dilarang demi mencegah penyebaran virus corona. Larangan mudik berlaku selama 6-17 Mei 2021 bagi seluruh rakyat Indonesia tanpa terkecuali. Sejumlah aturan pun dibuat untuk mencegah masyarakat pulang ke kampung halaman.

Namun demikian, upaya tersebut ternyata tak cukup membuat Presiden Joko Widodo tenang. Ia mengaku khawatir masih banyak masyarakat yang nekat mudik Lebaran tahun ini.

Kekhawatiran Jokowi bukan tanpa alasan. Berdasarkan survei Kementerian Perhubungan, terdapat 18,9 juta orang yang berencana mudik meski pemerintah sudah menyatakan pelarangan.

https://mamujupos.com/wp-content/uploads/2021/02/IMG-20210212-WA0059.jpg

Sebelum pemerintah melarang mudik, ada 89 juta atau 33 persen penduduk yang hendak pulang ke kampung halaman.  Begitu dinyatakan mudik dilarang, persentase tersebut turun 11 persen atau 29 juta orang tetap ingin mudik. Persentase itu terus turun hingga kini di angka 7 persen.

Ia meminta gubernur, bupati, dan wali kota di seluruh Indonesia terus menyampaikan larangan mudik ke masyarakat. Jokowi juga memerintahkan agar disiplin protokol kesehatan terus ditekankan. Protokol 3M yakni memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak harus terus diterapkan.

Keputusan pemerintah itu berdampak sangat positif di Sulbar. Provinsi ke-33 di Indonesia ini dinyatakan green zone. Sebelumnya, ada 3 pasien positif covid yang dirawat di rumah sakit. Bertepatan dengan lahirnya larangan mudik, jumlah pasien covid yang dirawat nihil.

Kondisi ini bertahan hingga saat ini. Dan mudah-mudahan akan tetap menjadi daerah yang terbebas dari covid.

Sepekan setelah Idul Fitri, plt Kadis Kesehatan Mamuju H. Suaib mengungkapkan bahwa hingga hari ini tidak ada pasien terkonfirmasi covid-19 di wilayah Kabupaten Mamuju yang dirawat. Dan ada 14 pasien yang melakukan isolasi mandiri.

“Namun jangan karena kita zero penderita covid, lalu lalai dan lengah. Kita belajar dari India dan negara-negara Asia lainnya. Mereka lengah, sehingga justru meningkatkan jumlah pasien covid. Penyebarannya pun makin massif. Di Mamuju, kita semua tetap harus waspada,” katanya, Selasa (18/05/2021).

Diungkapkan, sejak tanggal 20 Maret sampai 18 Mei 2021 total pasien covid-19 sebanyak 1.480 orang. Ada kenaikan kasus terutama di Kecamatan Tapalang.

Saat ini pemerintah akan meningkatkan vaksinasi. Dimulai di SMP Negeri 2 Mamuju. Meski targetnya

adalah guru, tapi terbuka juga untuk umum dan gratis.

Vaksinasi ini, dalam rangka menghadapi proses belajar mengajar tatap muka tahun ajaran 2020/2021. Diupayakan, para tenaga pengajar itu selesai divaksin sebelum proses belajar berjalan.

Tonga mengakui, zona hijau Mamuju berkat kerjasama semua lembaga terkait. Termasuk kesadaran warga ibukota Sulbar ini pada pentingnya protokol kesehatan.

Dia pun menghimbau warga Mamuju segera divaksin. Hindari keraguan dan informasi miring terkait vaksin. Sebab vaksin ini untuk pribadi kita dan masyarakat luas.

Dari data yang ada, sudah banyak warga Sulbar yang divaksin. Dan tidak ada efek negatif seperti yang kencang diisukan.

(*)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.