Lantaran Tidak Dapat Jatah Air PDAM, Warga GLP Ramai-ramai Buat Sumur Bor

  • 11 Mar 2020
  • Majene
  • R Fajar Soenoe
  • 517
Gambar Lantaran Tidak Dapat Jatah Air PDAM, Warga GLP Ramai-ramai Buat Sumur Bor

Mapos, Majene — Kecewa atas layanan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Majene yang tidak memberikan jatah air kepada warga perumahan Griya Lembang Permai (GLP) di Lingkungan Lembang Dzua, Kelurahan Lembang Kabupaten Majene, mereka ramai-ramai membuat sumur bor.

Sebelum pergantian Plt Direktur PDAM Majene Ir Burhanuddin, warga setempat memperoleh jatah air tiga kali selama seminggu dengan jadwal tetap.

Namun, setelah Plt Direktur PDAM dijabat oleh Arlin Aras, selama setahun, jatah air dikurangi menjadi sekali seminggu.

Ironisnya, usai masa jabatan Arlin Aras, kemudian Plt Direktur PDAM Majene dijabat oleh Kasman Kabil, jatah air untuk perumahan yang ditinggal kabur oleh developernya itu tidak kebagian jatah air sama sekali.

“Jadwalnya pun berubah-ubah tidak jelas. Akibatnya, kita yang hanya mengharap pasokan air dari PDAM untuk keperluan mandi cuci tidak lagi terpenuhi. Terpaksa membeli air melalui pedagang air mobil kijang,” ungkap salah seorang warga GLP, Udin.

“Dari pada terus-terusan membeli air melalui mobil kijang dengan harga yang lumayan mahal, mending kita mengebor sumur. Ongkosnya juga lumayan mahal sekitar Rp6,5 juta untuk satu sumur,” tambahnya.

Ia menyarankan, supaya PDAM Majene tidak membuka layanan air kepada masyarakat jika pasokan air tidak memadai bagi pelanggan.

Menanggapi hal itu, Plt PDAM Majene, Kasman Kabil, Rabu (11/03/2020) mengatakan, dirinya merasa kaget atas keluhan pelanggan PDAM GLP.

“Pertama saya sampaikan bahwa info ini baru saya dapat hari ini dan kaget dengan info ini. Sejak saya menjabat pelaksana sementara Direktur PDAM Majene kurang lebih 2 bulan, tdak ada laporan yang saya peroleh, baik laporan aduan dari pelanggan maupun laporan dari staf PDAM, sehingga saya selaku pelaksana sementara tdk membahas ini dengan staf tekhnik maupun staf yang menangani aduan pelanggan,” tulis Kasman Kabil dalam pesan elektroniknya kada Mamujupos.com.

Kendatipun demikan, pihaknya berterima kasih atas informasi yang Ia terima.

“Insya Allah kesempatan pertama akan saya rapatkan dengan staf untuk membahas dan mencari masalah terjadi dan solusinya. Disamping itu saya juga akan melakukan penelusuran data rekening pelanggan, bahwa apa memang benar dalam 2 bulan terakhir ini pelanggan di GLP tidak teraliri?,” kata Kasman.

“Terima kasih infonya, saat ini saya lagi tugas dinas luar daerah. Besok hari Kamis baru ada di Majene. Insya Allah langsung saya bahas di internal PDAM,” kuncinya.

(ipunk)