Lagi, Pemkab Majene Diganjar Penghargaan

Lagi, Pemkab Majene Diganjar Penghargaan

Mapos, Majene — Sejak Fahmi – Lukman Pimpin Kabupaten Majene 4 silam, sudah berkali-kali Ia mendapat penghargaan. Kali ini berasal dari Badan Pusat Statistik (BPS) yang ditandatangani oleh Kepala BPS, Dr Suhariyanto.

Alasan pemberian penghargaan itu lantaran BPS menilai, Pemerintah Kabupaten Majene berprestasi sebagai kabupaten dengan capaian Response Rate yang melebihi target dalam pelaksanaan Sensus Penduduk Online.

“Dan Kabupaten Majene satu satunya kabupaten di Provinsi Sulbar yang memperoleh penghargaan tersebut,” tulis release Kasubag Protokoler dan Komunikasi Pimpinan Sekretariat Daerah Kabupaten Majene, Sufyan Ilbas, Senin (20/07/2020).

Bupati Majene H Fahmi Massiara dalam pesan singkatnya menyampaikan, pihaknya sangat bangga dan berterima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung pelaksanaan SP Online di Majene.

“Kepada para unsur Forkopimda Majene, para Pimpinan Perangkat Daerah, para camat, para lurah dan kepala desa yang telah berperan sangat aktif dalam mensosialisasikan SP Online ini, saya ucapkan terima kasih,” tulis Fahmi Massiara.

Sejak dicanangkan SP Online di Kabupaten Majene pada 24 Februari 2020 di Ruang Pola Kantor Bupati Majene, maka para stake holder terkait langsung melakukan sosialisasi, dengan memasang baligho atau spanduk di depan kantor OPD masing-masing maupun gerakan massif melalui pesan singkat di group Whats Up.

“Terkhusus kepada BPS Majene yang sangat aktif dan massif dalam melakukan sosialisasi SP Online 2020, inilah salah satu kunci keberhasilan Kabupaten Majene sehingga dapat melampaui target yang ditentukan,” sebut Fahmi Massiara.

Ia tidak henti-hentinya mengajak masyarakat untuk menyukseskan pelaksanaan SP 2020 dengan memberikan informasi yang jujur dan benar.

“Hal tersebut dipengaruhi banyak faktor, salah satunya partisipasi dari masyarakat dengan memberikan jawaban yang jujur dan benar,” kata Fahmi Massiara.

Maanfaatnya kata dia, akan menghasilkan data yang valid, sehingga perencanaan pembangunan menjadi lebih tajam dan lebih tepat sasaran.

“Terlebih data penduduk, merupakan data dasar membuat perencanaan di berbagai bidang. Sangat penting untuk memiliki data kependudukan yang akurat, termasuk  menuju satu-satunya sumber data kependudukan,” tegas orang nomor satu di Majene ini.

Lebih jauh dia mengungkapkan, yang tak kalah pentingnya karena BPS Majene dalam sensus penduduk 2020 telah berkerjasama dengan Disdukcapil Majene dengan berdasarkan adminduk sebagai data awal.

“Sekarang sudah ada kolaborasi antara BPS dengan Disdukcapil sehingga hasilnya akan bisa maksimal, dan juga saat ini pihak BPS sudah lebih terbuka. Sudah ada sinergitas didalam pencacahan penduduk dalam suatu wilayah,“ kunci Fahmi Massiara.

(*)