Kurang Lebih 3 Juta Orang Salahgunakan Narkoba di Indonesia

  • 27 Jun 2020
  • Majene
  • R Fajar Soenoe
  • 298
Gambar Kurang Lebih 3 Juta Orang Salahgunakan Narkoba di Indonesia

Mapos, Majene — Kurang lebih 3 juta orang di Indonesia menyalahgunakan narkoba.

Hal ini terungkap dalam acara Peringatan Hari Anti Narkoba Internasional (Hani) tingkat Kabupaten Majene di Ruang Pola Kantor Bupati Majene, Sabtu, (27/06/2020).

Menurut Ketua Forum Anti Narkoba Indonesia (Fian) Sulbar, Firman Achad, penyalahgunaan Narkoba di Indonesia kurang lebih 3 juta orang.

“Masalah penyalahgunaan Narkoba di Indonesia, ternyata Sulbar berada pada posisi atau urutan ke 18 dari 34 provinsi di Indonesia. Kita sudah masuk dalam kategori yang terbilang cukup tinggi atau kurang lebih 1,8 persen dari jumlah warga Sulbar. Ini, tentu sangat menghawatirkan buat kita semua,” kata Firman Achad.

Dikatakan, pengguna Narkoba di Sulbar rata-rata para remaja atau angkatan muda.

“Generasi yang akan melanjutkan cita-cita perjuangan bangsa. Tentunya kita semua berharap, kita tidak ingin generasi emas yang kita harapkan ini harus hancur dan dirongrong oleh musuh negara yang namanya Narkoba,” ungkapnya.

Sudah selayakya pengguna Narkoba dihukum berat terutama bagi pengedar.

“Tentu, kita harus sepakat dengan ini, karena sudah menjadi keputusan Presiden,” tegasnya.

Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersatu padu melawan Narkoba.

“Baik FIAN maupun pemerintah bersama elemen yang terkait harus ikut bersama melakukan pencegahan penyalahgunaan narkoba. Kita tidak usah lagi bertanya ini tugas siapa? tapi kita harus bertanya apa tugas saya, karena masalah narkoba bukan hanya masalah kriminal, tapi ini mulai merambah ke masalah sosial dan kemanusiaan,” sebut Firman.

Dia berharap, tidak ada kata tidak untuk melawan Narkoba.

Sementara itu, Ketua PMI Majene, Dra Hj Fatmawati Fahmi menyebut, penyalahgunaan Narkoba tidak mengenal kasta dan status sosial.

“Semua dapat mengena kepada siapapun. Disinilah dibutuhkan relawan kemanusiaan yang akan bekerja bahu membahu dalam memberantas peredaran Narkoba di Kabupaten Majene,” kata Fatmawati.

Dia berharap, Fian dapat bergabung ke PMI dalam wadah KSR yang akan menjadi benteng dalam memerangi Narkoba di Majene.

‘Karena PMI bukan hanya bergelut di donor darah dan berkutat di Markas PMI saja, namun kita dituntut untuk selalu siap dan turut serta memerangi Narkoba yang menjadi musuh bersama,” jelas Fatmawati.

Pada kesempatan sama Wakil Bupati Majene yang juga Ketua BNN Kabupaten Majene, Lukman mengatakan, hari ini adalah hari yang sangat istimewa, karena bertepatan dengan genapnya 4 tahun pemerintahan Fahmi – Lukman, yang diawali dengan kegiatan yang sangat menyentuh kemaslahatan manusia dalam memerangi narkoba di Majene.

“Ijinkan kami atas nama pemerintah Kabupaten Majene menyatakan apresiasi dan penghargaan setinggi-tingginya kepada jajaran panitia yang terdiri atas unsur forum Indonesia anti narkoba, Forum Lintas Komunitas Sulbar serta Ketua dan pengurus PMI Kabupaten Majene atas inisiasi dilaksanakan peringatan Hari Anti Narkoba Internasional,” sebut Lukman.

Meski peringatan diksanakan di tengah era new normal pada pandemi Covid-19, kata Lukman merupakan wujud komitmen nyata Pemkab Majene dan segenap elemen masyarakat menyatakan perang terhadap kejahatan narkoba.

Dia yakin, walaupun di masa pandemik Covid-19 tidak menjadi jaminan di luar sana peredaran Narkoba di Majene turut berhenti.

“Kekhawatiran kami malah di saat perhatian pemerintah terfokus pada penanganan kesehatan, sosial dan ekonomi saat Covid-19, di saat yang sama para pelaku penyalahgunaan Narkoba memanfaatkan momen untuk memperluas jaringannya,” ungkap Lukman Nurman.

Untuk itu katanya, berdasarkan tema yang diusung dalam peringatan Hani 2020 yaitu “Hidup 100 Persen di Era New Normal Sadar, Sehat, Produktif dan Bahagia Tanpa Narkoba,” dia pandang cukup tepat untuk meningkatkan kembali kewaspadaan terhadap penyalahgunaan Narkoba di wilayah Kabupaten Majene.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bertekad memerangi penyalahgunaan narkoba demi generasi kedepan.

“Selamatkan anak cucu kita dari Narkoba yang dimulai dari keluarga kita. Bekali mereka sejak dini tentang bahaya penggunaan Narkoba. Pastikan lingkungan sekolah terbebas dari Narkoba. Pastikan pula di lingkungan tempat kerja saudara juga terbebas dari Narkoba. Kepada pemuka agama agar selalu memberikan bimbingan kepada masyarakat supaya menjauhi perilaku tidak terpuji termasuk kejahatan Narkoba. Dengan cara itulah kita makin mencegah kejahatan Narkoba,” sebut Lukman.

Akhirnya, kepada para penegak hukum utamanya jajaran BNN Kabupaten Majene, Lukman berharap untuk terus melakukan segala upaya dalam menyamatkan bangsa dari bahaya Narkoba.

“Mari terus berjuang saudara-saudara untuk memerangi kejahatan Narkoba. Semoga Tuhan Yang Maha Kuasa memberikan jalan bagi bangsa kita untuk melaksanakan tugas yang tidak ringan tapi mulia ini,” tandasnya.

(*)