KPU: Hasil Quick Count Bukan Hasil Akhir Pemilu

Gambar KPU: Hasil Quick Count Bukan Hasil Akhir Pemilu

Mapos, Jakarta – Sejumlah lembaga survei yang terdaftar secara resmi di KPU sejak pukul 15.00 WIB mulai mengeluarkan hasil quick count Pilpres 2019. Hasil hitung cepat itu bervariasi, tapi memperlihatkan pasangan capres-cawapres nomor urut 01 Jokowi-Ma’ruf unggul dari pasangan capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo-Sandi.

KPU kembali mengingatkan kepada seluruh masyarakat bahwa hasil quick count pilpres dari lembaga survei bukan melakukan hasil akhir Pemilu 2019. Proses penghitungan dilakukan secara manual secara berjenjang.

“Kalau ada quick count, ada yang bikin exit poll, jadikan itu sebuah referensi. Jadikan itu sebagai sebuah informasi. Hasil resminya kapan, berapa hasil resminya, ya nanti nunggu ketika KPU menetapkan hasilnya,” kata Ketua KPU Arief Budiman di Taman Suropati Menteng, Jakarta Pusat, Rabu (17/4/2019).

KPU juga mempersilakan kepada pihak yang merasa dirugikan dalam pemilu untuk menyampaikan secara langsung kepada lembaga yang berwenang. KPU meminta agar seluruh peserta pemilu mengikuti aturan main yang berlaku.

“Apa pun hasil yang ditetapkan, tentu KPU mengajak kita semua untuk bisa percaya terhadap hasil yang ditetapkan. Andaikan memang ada bukti yang cukup bahwa hasil itu tidak sesuai dengan yang Anda lihat, Anda yakini, ruang untuk mengajukan sengketa itu sudah disediakan juga. Sengketa hasil itu bisa diselesaikan di MK,” jelas Arief.

Penetapan 22 Mei

KPU mengungkapkan proses penetapan capres dan cawapres terpilih dalam Pemilu 2019 akan dilakukan pada 22 Mei mendatang. Penetapan dilakukan setelah KPU menghitung suara secara berjenjang.

KPU menjelaskan, alur proses pemungutan hingga penghitungan suara Pemilu 2019. Proses pemungutan dilakukan mulai Rabu 17 April di 809.563 TPS yang tersebar di 34 provinsi di Indonesia.

Sementara untuk proses penghitungan suara akan dilakukan mulai pukul 13.00 waktu setempat dengan dihadiri oleh sejumlah saksi dan pengawas pemilu. KPU memastikan proses penghitungan suara dilakukan secara terbuka dan transparan.

Setelah penghitungan di TPS, rekapitulasi suara akan terus dilakukan secara berjenjang ke tingkat kabupaten/kota hingga provinsi secara manual. KPU memastikan proses rekapitulasi tidak menggunakan bantuan teknologi IT.

(*)

(Sumber: Kumparan)

Baca Juga