Konsep The Art of Living on Harmony, RS Mitra Manakarra Dibangun Kembali 

0
294

Mapos, Mamuju – RS Mitra Manakarra yang rubuh dan menelan korban jiwa akibat gempa 6,2 magnetudo beberapa waktu lalu, mulai dibangun kembali.

Berbeda dengan bangunan sebelumnya, gedung RS Mitra kali ini didesain anti gempa hingga 8,5 magnetudo dengan konsep The Art of Living on Harmony.

“Artinya, seni Hidup dalam harmoni. Rumah sakit ini dibangun dengan desain yang humanis, tidak kaku. Sehingga yang berobat atau rawat inap tidak merasa sedang berada di rumah sakit,” tutur Konsultan proyek Ir. H. Firman Argo Waskito, Selasa (18/05/2021).

https://mamujupos.com/wp-content/uploads/2021/02/IMG-20210212-WA0059.jpg

Disebutkan, struktur bangunan sebenarnya bisa 4 lantai. Tapi masukan Komisaris Utama PT. Mitra Husada, Suhardi Duka (SDK), cukup 2 lantai.

“Sehingga modelnya memanjang, tidak tinggi seperti sebelumnya. Bangunan ini dirancang bisa menahan 8,5 magnetudo,” katanya.

Firman sedikit merincikan, besi yang digunakan adalah U32 atau besi ulir, beton K225 sebagian K50 dan pondasi tapak dengan jarak antar tiang sejauh 5 meter saja.

“Bangunan dirancang lebih baik. Apalagi struktur tanah di Kelurahan Rimuku adalah likuifaksi. Artinya, air berada di atas tanah. Luas bangunan 2.300 meter persegi dengan Kapasitas 130 bed,” katanya.

Pembangunan RS Mitra Manakarra kelas C ini rencananya akan dikerjakan secara swakelola selama 6 bulan.

Peletakan batu pertama pembangunan RS Mitra Manakarra oleh Komisaris Utama PT. Mitra Husada, DR. H. Suhardi Duka, MM

“Membangun rumah sakit seperti membangun rumah di surga,” katanya.

Sementara SDK, mengakui, pembangunan RS Mitra Manakarra itu membutuhkan dukungan perbankan. Sebab pengusaha selalu dekat dengan bank.

“Dan saya yakin, perbankan akan merespon baik. Saya ingin rumah sakit ini bangkit kembali. Kalau yang lalu itu saya bangun dengan lantai 5, sekarang cukup lantai dua saja. Lebih efisien,” katanya.

Jika terjadi gempa dibawah 8,5 magnetudo, lanjutnya, tidak akan ada lagi tembok yang roboh. Kecuali dinding luar karena menggunakan bata ringan.

“Bangunan bagian dalam sudah dibungkus kuat. Kita orientasi pada kenyaman dan keamanannya. Kan orang mau sehat, orang mau tenang, ya kita orientasikan itu semua,” katanya.

RS Mitra Manakarra dipastikan berpedoman pada undang-undang kesehatan dan ketentuan akreditasi dari BPJS.

“Saya memilih tipe C agar bisa menjadi rujukan puskesmas di wilayah Kabupaten Mamuju. Cukuplah RS Regional yang tipe B. Meski RS Mitra pun tetap menerima rujukan dari rumah sakit manapun,” kata anggota DPR RI ini.

Diperkirakan pembangunan RS Mitra Manakarra ini menelan biaya sekitar Rp10-Rp20 miliar. Disebutkan SDK, RS Mitra Manakarra juga akan memiliki ruang karantina covid.

“Saya sudah hibahkan tanah seluas 1.600 meter persegi untuk pembangunan fasilitas karantina covid oleh UNDP. Letaknya tepat disamping RS Mitra. Pekerjaannya dilakukan oleh NGO yang ditunjuk UNDP,” katanya.

Tanah yang dihibahkan itu sudah diserahkan melalui Pemkab Mamuju.

(*)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.