Konflik Lahan, Empat Rumah Warga Diduga Dibakar

Mapos, Pasangkayu – Empat rumah warga di Kecamatan Baras, Kabupaten Pasangkayu, Sulawesi Barat, terbakar. Warga menduga, rumah mereka sengaja dibakar, Minggu (4/3/2018) dinihari.

Junira, salah satu warga yang rumahnya ikut terbakar mengatakan, semua barang miliknya tidak bisa diselamatkan. Saat kebakaran Junira tak berada di rumahnya.

Junira mengetahui rumahnya terbakar setelah mendapatkan informasi dari warga korban lain yang lebih dulu mengetahui kondisi rumahnya yang tinggal puing-puing bangunan.

Puing-puing sisa rumah Warga yang terbakar.

“Tidak ada yang bisa diselamatkan. Peralatan bengkel saya juga musnah dilalap api” ungkap Junira.

Kapolsek Baras Iptu Nurdin yang ditemui di kantornya membenarkan adanya pembakaran rumah warga di area sengketa antara warga dan PT Unggul Lestari.

Kapolres Mamuju Utara dan Kasat Reskrim sudah melihat langsung kondisi rumah warga yang hangus dibakar orang tak dikenal. Namun hingga saat ini, polisi masih melakukan penyelidikan terkait pembakaran rumah di Afdeling Baribi seluas 1.050 hektar.

“Kasus ini sedang kami selidiki, apakah pembakaran ini ada kaitannya dengan konflik perebutan lahan. Masih kami selidiki,” kata Nurdin yang ditemui usai meninjau lokasi.

Sementara itu, situasi di area sengketa hingga saat ini masih mencekam. Sejumlah karyawan mempersenjatai diri dengan tombak dan parang berkumpul di gerbang perumahan Afdeling Baribi tak jauh dari lokasi kejadian. Mereka memeriksa satu per satu kendaraan warga yang keluar masuk ke wilayah tersebut.

Pada Jumat, karyawan bersenjata ini terlibat bentrok fisik dengan warga di lokasi sengketa. Ada empat warga yang terluka dalam bentrok kesekian kalinya itu. Satu di antaranya terpaksa dilarikan ke rumah sakit karena mengalami luka parah.

Jumat malam, ratusan warga yang mengklaim lokasi mereka dicaplok perusahan kelapa sawit yang datang ke wilayah mereka mendesak Bupati Mamuju Utara bertanggung jawab menyelesaikan konflik berkepanjangan antara warga dan pihak perusahaan.

Konflik terjadi sejak keluarnya sejumlah izin HGU atau hak khusus mengusahakan tanah yang bukan miliknya sendiri atas tanah yang dikuasai langsung oleh negara kepada perusahaan tersebut.

(joni)

Baca Juga