Komposisi Pendidikan Sulbar Jauh Tertinggal dari Provinsi Lain

0
107

Mapos, Majene – Dari segi kompetensi pendidikan di Sulawesi Barat (Sulbar) setelah dibaca, dilihat sangat jauh dari 34 provinsi di Indonesia.

Hal ini diungkap oleh Kepala Balai Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini Pendidikan Masyarakat (BP Paud Dikmas) Sulbar Dr Andi Rusdi, M.Pd dalam acara gebyar hari pendidikan nasional (Hardiknas) 2018 di aula LPMP Majene (22/4/2018) sore kemarin.

Menurut Rusdi, disadari dari segi kompetensi, kompetisi pendidikan di Sulbar sangat jauh dari provinsi lain termasuk SDM dari segi kualitas maupun kuantitas. Kehadirannya di Sulbar adalah untuk menggerakkan pendidikan di daerah itu.

https://mamujupos.com/wp-content/uploads/2021/02/IMG-20210212-WA0059.jpg

“Kedepan, Sulbar juga harus bisa sejajar dengan provinsi lain dalam hal pendidikan. Alumni SMP sudah bisa melanjutkan pendidikan keluar Sulbar. Demikian pula dengan tamatan SMA,” katanya.

Rusdi yang baru menjabat tiga bulan di Sulbar ini lebih jauh mengatakan, thema gebyar Hardiknas 2018 yaitu “Memajukan pendidikan dan menguatkan kebudayaan” yang wajib dipacu adalah percepatan pendidikan.

Tercatat 13 ribu usia wajib belajar di tanah air justru putus sekolah. “Mereka menjadi problema tersendiri. Untuk itu diharapkan semua pihak agar turut meminimalisir angka tersebut,” ungkap Rusdi.

Dia mengaku, salah satu kepedulian negara terhadap anak putus sekolah yaitu adanya program paket C yang ijazahnya sudah setara dengan ijazah formal dan bisa digunakan masuk kuliah serta bisa dipakai¬† kerja. “Hanya Polri dan TNI yang belum menerima ijazah paket ini,” katanya.

Dia minta kepada masyarakat dan peserta didik di Sulbar agar dapat bersaing. “Mari kita gerakkan pendidikan di Sulbar dengan thema “Memajukan pendidikan dan menguatkan kebudayaan‘.

Sementara, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulbar yang diwakili oleh Haswin Tambaru menyatakan, melalui gebyar Hardiknas 2018 akan dikenang kembali tokoh pendidikan nasional Ki Hajar Dewantara yang sangat berjasa memajukan pendidikan di tanah air.

Seiring dengan berkembangnya pendidikan melalui sejumlah instruksi presiden (Inpres) dan nawacita Presiden Indonesia Jokowi melakukan penguatan pendidikan di SMK dengan empat pilar yaitu kemaritiman, pertanian, pariwisata dan teknik rekayasa.

“Dimaksudkan Jokowi untuk menangkal pengaruh dari luar dengan penguatan empat pilar tadi,” kata Haswin Tambaru.

Pada kesempatan sama, Wakil Bupati Majene Lukman berterima kasih kapada pelaksana kegiatan atas terselenggaranya gebyar Hardiknas 2018 di Majene.

Lukman tegaskan kepada Kadis Pendidikan agar mendukung dan memeriahkan acara Gebyar Hardiknas dengan jalan pelibatan semua siswa yang ada di kabupaten Majene.

“Gebyar ini tidak akan berhasil tanpa dukungan semua pihak. Saya yakin jika gebyar Hardiknas yang ada sekarang tidak berhasil maka tahun depan kemungkinan tidak lagi ada. Harus sukses dan banyak peserta,” tegas Lukman.

Menanggapi pernyataan Kepala BP Paud Dikmas, Rusdi terkait kurangnya SDM pendidik dari segi kualitas maupun kuantitas di Sulbar, Lukman mengatakan, Majene bukan tidak berkembang, tapi lajunya yang belum menyamai daerah lain.

Lukman menekankan agar semua pihak tidak tinggal diam atas pernyataan Rusdi, bahwa Majene masih jauh tertinggal dengan provinsi lain.

“Mari kita semua yang hadir agar introspeksi diri. Jangan jalan ditempat. Majene sebagai ikon kota pendidikan dan semua ada disini. Kita jangan mau ketinggalan dengan provinsi lain apalagi dengan kabupaten di Sulbar. Apa kata dunia,”¬† tandas Lukman seraya berkelakar.

(ipunk)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.