Mapos. Jakarta – Pernyataan jenderal bintang tiga ini makin tegas saja dalam menindak para bandar narkoba. Dia meminta pemerintah tidak memberikan remisi kepada para bandar narkoba. Terkait dugaan adanya jaringan narkoba di kalangan artis, Jendera Buwas-sapaan akrab Budi Waseso, kembali me-warning artis yang masih menjadi bandar dan turut menggunakan narkotika agar segera tobat, berhenti menjadi bandar dan menggunakan barang haram tersebut. Buwas memerintahkan anak buahnya agar tidak segan-segan menembak artis yang masih nekat dan berani melawan petugas.
Selain bicara soal narkoba, Buwas juga mengungkapkan rencananya menggelar hajatan pernikahan putrinya Nindya Nur Prasasti yang bakal dinikahi Mochamad Herviano Widayatama. Herviano adalah putra Kepala Badan Intelijen Negara Jenderal Budi Gunawan. Rencananya, resepsi dan akad nikah akan digelar pada Sabtu, 2 September 2017, di Birawa Assembly Hall, Hotel Bidakara, Jakarta Selatan. Berikut pernyataan Komisaris Jenderal Budi Waseso saat dijumpai di dua acara terpisah;
Baru-baru ini banyak artis terjerat kasus narkoba. Banyak kalangan menilai BNN sengaja menarget para artis agar populis?
Bukan kita menarget, tapi informasi dari penggunaan, baik itu dari Kepolisian maupun BNN Teman-teman artis masih banyak (pakai narkoba). Bahkan, ada yang masuk dalam kelompok jaringan, dan ini udah berat. Mudah-mudahan mereka segera berhenti.
Segera keluar dari jaringan itu dan tidak melibatkan. Karena apa, kita akan tindak tegas dan keras. Jangan sampai nanti ada artis yang dijadikan contoh karena melakukan perlawanan harus kita tembak. Kalau akibatnya meninggal, itu konsekuensinya. Dalam kacamata penegakan hukum, tidak ada perbedaan perlakuan.
Emangnya artis mau diapakan?
Kalau ini nanti dilakukan temen-temen artis dan tidak mau keluar dari jaringan, dan dia terlibat jadi pengedar aktif, dan melakukan perlawanan terhadap penegak hukum, maka akan sama kita lakukan tindakan tegas. Penindakan tidak mengenal status sosial.
Oh ya, tanggapan Anda soal rencana pelonggaran pemberian remisi kepada para narapidana kasus narkotika?
Kalau saya pribadi, nggak usah pakai remisi. Untuk mengatasinya, sesuai dengan perintah Presiden, yang bertugas di lapangan selesaikan. Terus kita sama-sama menangkal itu dan mencegah. Pelaku-pelaku yang sudah residivis tidak usah lagi ada remisi.
Lho kenapa, bukankah mereka juga punya hak untuk dapat remisi?
Sebab, pemberian-pemberian remisi itu akan memberi daya kekuatan bagi dia, kepercayaan diri bagi dia. Mereka akan bilang, enggak apa-apa, nanti dapat remisi. Jadi enggak apa-apa kita melakukan. Anggapannya seperti itu.
Apa yang seharusnya dilakukan pemerintah agar peredaran narkotika di Indonesia bisa ditekan?
Ya, harusnya itu khusus untuk kejahatan narkotika kita tegas, keras. Kenapa Malaysia, Singapura, tidak bisa berkembang peredaran narkoba di sana, karena hukumannya tegas sampai saat ini.
Pemakai bisa dihukum mati. Selesai, tidak pakai lambat-lambat. Terbukti, putusan pengadilan ketuk langsung hukuman mati.
Oh ya, kabarnya pada 2 September nanti Anda bakal menggelar hajatan penikahan putri Anda dengan putra Kepala BIN Jenderal Budi Gunawan?
Itu kan ibarat jodoh di tangan Tuhan, ya kan. Jadi kita mohon doa restunya saja, doakan. Siapa pun pada akhirnya orangtua ingin mendoakan anak-anaknya. Jodoh itu kan bukan saya yang menentukan.
Anda kan dengan Jenderal Budi Gunawan sudah kenal cukup lama, apakah pernikahan anak Anda ini melalui proses perjodohan kedua orang tuanya?
Kata siapa yang jodohin? Ya enggaklah, enggak dijodohin, enak aja. Mungkin yang jodohin wartawan, masa di zaman modern (masih) dijodohin.
Rencananya siapa saja yang akan diundang?
Ya teman-teman wartawan juga boleh datang. Saya kan di Polri, masa tidak mengundang Kapolri. Saya kan di bawah Presiden, ya komandan saya harus di undang dong. Ya (apa) Presiden datang atau nggak, ya silakan saja, yang penting kan doa restunya.
(*)






