Ketua DPD Partai Demokrat Sulbar Support AHY dan Mahkamah Partai atas Pemecatan 7 Kader Pengkhianat

0
635

Mapos, Mamuju – Ketua DPD Partai Demokrat, Suhardi Duka (SDK), memberikan dukungan penuh pada Ketua Umum DPP Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Mahkamah Partai Demokrat yang memecat 7 kader partainya yang berkhianat.

“Agar aturan partai bisa tegak, maka seluruh kadernya harus disiplin. Bagi yang tidak disiplin, tentu akan dapat teguran,” kata SDK dikediamannya, Minggu (28/02/2021).

Salah satu tugas kader, lanjutnya, adalah membesarkan partai. Bukan malah merusak partai.

https://mamujupos.com/wp-content/uploads/2021/02/IMG-20210212-WA0059.jpg

“Kader yang merongrong kewibawaan dan merusak partai, tidak ada lain sanksinya selain pemecatan,” kata anggota DPR RI ini.

Diakui, keputusan Mahkamah Partai Demokrat melegakan semua pengurus di daerah. Karena memutus kader-kader pengkhianat, para pentolan Gerakan Pengambilalihan Kepemimpinan Partai Demokrat (GPK PD).

“Saya menilai, mereka pun faktanya tidak punya prestasi di partai. Kami mengucapkan terima kasih pada mas AHY, Majelis Tinggi dan Mahkamah Partai yang sudah mengambil sikap tegas,” katanya.

Tujuh kader yang dipecat dengan tidak hormat itu yakni Darmizal, Yus Sudarso, Tri Yulianto, Jhoni Allen Marbun, Syofwatillah Mohzaib, Marzuki Alie dan Ahmad Yahya.

Dalam putusannya, Dewan Kehormatan Demokrat menganggap enam kader selain Marzuki Alie, terbukti melakukan penghasutan kepada para pengurus DPD dan DPC untuk menggelar kongres luar biasa (KLB) secara ilegal.

Hingga Dewan Kehormatan Partai Demokrat menilai, mereka tidak perlu dipanggil untuk didengar keterangannya, atau diperiksa secara khusus, sesuai ketentuan Pasal 18 Ayat 4 Kode Etik Partai Demokrat.

Sebab perbuatan dan tingkah laku buruk Darmizal, Yus Sudarso, Tri Yulianto, Jhoni Allen Marbun, Syofwatillah Mohzaib dan Ahmad Yahya merupakan fakta yang terang benderang.

(*)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.