Keluarga Pasien di Rangas Majene Tak Yakin Anaknya Positif Covid-19

Gambar Keluarga Pasien di Rangas Majene Tak Yakin Anaknya Positif Covid-19

Mapos, Majene — Orang tua dan keluarga pasien positif Covid-19 asal Rangas Kabupaten Majene tidak yakin kalau anaknya terpapar virus mematikan.

Disampaikan oleh Kasubag Protokoler dan Komunikasi Pimpinan Sekretariat Daerah Kabupaten Majene, Sufyan Ilbas, Selasa (12/05/2020) malam, tadi sekitar pukul 19.30 Wita, Tim Gugus Penanganan Covid-19 Majene sudah melakukan komunikasi dengan pihak keluarga pasien.

Dalam komunikasi yang dihadiri oleh Kepala Dinas Kesehatan Majene, Rakhmat Malik, Kepala Puskesmas Totoli, Kabid P2 Dinkes, petugas kesehatan PKM Totoli, dan Juru Bicara Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Majene, memberikan pemahaman terkait kondisi anak-anak mereka dan menyampaikan bahwa keduanya akan di rujuk ke RS Regional Mamuju.

“Awalnya mereka tidak mau anaknya dirujuk dengan alasan bahwa anaknya tidak sakit dan baik-baik saja. Seharusnya kata keluarga pasien, anaknya dirawat di Rumah Sakit Majene,” ungkap Sufyan Ilbas.

“Kemudian kami jelaskan lagi bahwa, RSUD Majene sampai saat ini belum bisa merawat pasien positif Covid-19 walaupun belum bergejala. Tetapi mereka masih meminta supaya dibuatkan surat pernyataan bahwa pemerintah harus menjamin anaknya tetap sehat. Setelah kami menjelaskan semuanya, maka mereka menawarkan supaya besok baru di evakuasi ke RS Regional,” tambah Sufyan Ilbas.

Lebih jauh kata dia, usai memberi support kepada keluarga pasien agar tetap sabar dan tenang, akhirnya mereka ikhlas untuk mengikuti protokol Covid-19 atas kedua pasien.

Atas pertimbangan kondisi psikologis keluarga pasien sehingga diputuskan oleh tim untuk mengevakuasi pasien dari tempat karantina di Gedung LPMP Majene ke Rumah Sakit Regional Mamuju besok, Rabu (13/05/200) sekitar pukul 09.00 Wita.

Sementara Juru Bicara Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Majene, Joko mengatakan, tindak lanjut pasien di Rangas Kabupaten Majene, pihaknya akan melakukan Rapid Test ke 2 kepada semua keluarga pasien yang dianggap berkontak erat.

“Hasil Rapid Test pertama memang negatif. Semoga hasil kedua negatif sehingga mereka bisa hidup bermasyarakat seperti biasa,” kata Joko.

Selain melakukm Rapid Test atas keluarga pasien, tim juga akan melakukan edukasi mendalam kepada warga sekitar kediaman pasien.

“Yang terpenting juga, mereka harus dibantu dan disupport, baik materi maupun non materi. Dan tadi, salah satu keluarganya mendapat bantuan BLT. Kemudian tadi sudah kami berikan pembeli sembako,” tutup Joko.

(ipunk)