Kapolres Majene Imbau Masyarakat untuk Sukseskan Vaksinasi

0
48

Mapos, Majene — Demi mencapai herd immunity yang masih jauh dari harapan di Kabupaten Majene, Provinsi Sulawesi Barat, Kapolres Majene AKBP Febryanto Siagian mengimbau masyarakat untuk turut menyukseskan program pemerintah dalam vaksinasi Covid-19.

“Kita sudah melakukan upaya dalam menekan laju penyebaran Covid-19 melalui vaksinasi. Salah satunya membuka gerai vaksin di seluruh jajaran. Senin 6 September 2021 akan kita laksanakan di Pelataran Masjid Ilaikal Mashir, tanggal 9 sampai 25 Sepetember 2021 akan kita laksanakan di Pondok Pesantren dan kampus-kampus,” ungkap Kapolres Majene, AKBP Febryanto Siagian didampingi Kasat Reskrim Polres Majene Iptu Benedict Jaya dan Kasat Intel Polres Majene saat coffee morning bersama wartawan, Sabtu (4/9/2021).

Dikatakan, sebagai bagian dari Pemerintah, Febryanto Siagian berharap, masyarakat harus sadar bahwa apa yang dilakukan pemerintah dalam upaya vaksinasi adalah sesuatu yang baik dan patut direspon secara positif.

https://mamujupos.com/wp-content/uploads/2021/02/IMG-20210212-WA0059.jpg

“Apa yang dilakukan pemerintah baik sebenarnya, untuk kepentingan masyarakat sendiri juga bangsa dan negara. Kenapa? karena kalau semua masyarakat telah menjalani vaksinasi, maka akan tercipta kehidupan normal. Kalau sekarang, kita masuk level 3 dengan sejumlah pembatasan semisal rumah makan, cafe dan pusat perbelanjaan wajib tutup jam 09.00. Nah, kalau sudah normal, secara otomatis perputaran ekonomi kembali seperti semula,” ungkap Febryanto Siagian.

Menurut dia, masyarakat harus menyadari peran pemerintah dalam memutus rantai penyebaran Covid-19 yang hingga kini masih belum melandai. “Tidak ada pemerintah yang bertujuan jelek. Semua baik,” tegasnya.

Namun, kata dia, tidak semua masyarakat sepaham atas semua program pemerintah. “Ada kelompok-kelompok yang ingin mengganggu stabilitas keamanan dengan membuat isu yang tidak bisa dipertanggungjawabkan. Membuat hoax terkait vaksin dan sebagainya. Pemahaman mereka terkait vaksin juga masih kurang,” sebut alumni Akpol 1999 ini.

Disinggung soal ada tidaknya keluhan masyarakat usai divaksin selama gerai vaksin Polres Majene dibuat, Febryanto menyebut berdasarkan keterangan dari pihak Dinas Kesehatan Majene memang ada beberapa reaksi yang tidak diinginkan seperti Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI). KIPI berbeda dengan efek samping biasa, jadi perlu penanganan khusus bagi yang mengalaminya. “Tapi sejauh ini tidak ada keluhan berarti. Hanya sesaat,” tegasnya.

Lebih jauh kata dia, pihaknya juga memberi apresiasi kepada pemuda dan mahasiswa yang membentuk aliansi percepatan vaksinasi di Majene.

Dia berharap, upaya percepatan vaksinasi dengan menggandeng seluruh elemen dapat membuahkan hasil dengan capaian 70 persen sesuai target herd immunity atau kekebalan kelompok.

(fajar/red)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.