Kapolres Majene Apresiasi Masyrakat Atas Kontribusinya di Vaksinasi

0
116

Mapos, Majene — Vaksinasi terus digaungkan dalam upaya mempercepat penanganan Covid-19, apalagi jelang libur Natal dan Tahun Baru tentu berpotensi terjadinya kontak antar warga.

Demi memastikan program pemerintah berjalan dengan baik, Kapolres Majene AKBP Febryanto Siagian secara langsung mendatangi titik-titik yang menjadi target sasar tim vaksinasi Polres Majene.

Ditemui di lokasi vaksinas di Desa Bonde Utara, Kecamatan Pamboang, Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, Kamis (2/12/2021), penyandang pangkat dua bunga melati ini mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi masyarakat yang telah memberikan kontribusinya menyukseskan kegiatan vaksinasi.

https://mamujupos.com/wp-content/uploads/2021/02/IMG-20210212-WA0059.jpg

“Dalam menghadapi Natal dan Tahun Baru dalam waktu dekat ini, saya mengharapkan kerjasama warga masyarakat Majene agar dapat tervaksin keseluruhan sehingga kita dapat menatap tahun baru yang indah dan lepas dari pandemi covid-19,” ujar Febryanto Siagian.

Kata dia, dengan vaksinasi Kabupaten Majene dapat membentuk herd immunity atau kekebalan kelompok dan peningkatan daya tahan tubuh sehingga masyarakat tidak mudah terpapar Covid-19. “Jangan takut untuk divaksin,” tuturnya.

Dia berharap agar perangkat pemerintah hingga di tingkat kecamatan serta dibantu oleh perangkat desa lainnya dapat bahu membahu melakukan sosialisasi akan arti pentingnya vaksin di tengah pandemi.

“Masyarakat perlu mendapat edukasi, pemahaman dan pencerahan bahwa vaksin sangat berguna untuk menangkal virus yang sedang mewabah saat ini,” pungkas Febryanto.

Sementara berdasarkan data yang diperoleh melalui tim vaksinasi di Gerai Vaksin Polsek Pamboang tercatat masyarakat yang sudah mendapat layanan vaksin V1 sekitar 40 persen dan V2 sekitar 27 persen.

Persentase ini akan terus bertambah seiiring dengan tingginya kesadaran masyarakat atas pentingnya vaksin untuk menangkal wabah virus corona.

Sementara salah seorang peserta vaksin di tempat itu, Masykur mengatakan, yang menjadi penyebab masyarakat enggan divakin adalah gempuran berita hoax soal bahaya vaksin.

“Setelah ada yang sudah divaksin dan ternyata tidak ada efek, maka masyarakat mulai berbondong-bondong mau divaksin,” ucap Masykur.

Dia berharap usai dirinya divaksin tidak ada efek yang ditimbulkan. “Do’akan semoga berjalan lancar vaksin saya ya Pak,” katanya sambil menuju meja skrining.

(fajar/red)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.